Wabup Garut Gelar Rakor Penanggulangan Bahaya Miras

0
173 views

“Selama ini kerap terjebak aktivitas serimonial dan protokoler pemusnahan miras, tetapi pabriknya tak dimusnahkan”

Garut News ( Sabtu, 06/12 – 2014 ).

Helmi Budiman.
Helmi Budiman.

Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman menggelar sekaligus memimpin “rapat koordinasi” (Rakor) penanggulangan “minuman keras” (miras) di ruang Pamengkang, Gedung Pendopo kabupaten setempat, Sabtu (06/12-2014).

Rakor diikuti hampir seluruh pemangku kewajiban tersebut, antara lain menghasilkan kesepakatan segera dilakukan razia berkala pada setiap seluruh lokasi terindikasi selama ini kerap menjadi ajang peredaran miras.

Kemudian Wabup Helmi Budiman menginstruksikan Kepala Disdik, segera menerbitkan “Surat Edaran” (SE) bagi setiap seluruh sekolah, agar kontinyu menyelenggarakan razia miras.

Termasuk peredaran dan penyalahgunaan pil dextro, lem aica aibon, serta zat-zat adiktif lainnya.

Korban Tewas Ke-16, Kamis (04/12-2014) menjelang Pukul 12.00 WIB.,
Korban Tewas Ke-16, Kamis (04/12-2014) menjelang Pukul 12.00 WIB.,

Beragam upaya penanggulangan itu, berpayung hukum Perda Kabupaten Garut Bernomor 2/2014 tentang penanggulangan kemaksiatan.

Bahkan diagendakan Senin (08/12-2014) diselenggarakan deklarasi Kabupaten Garut bebas miras, termasuk dilakukannya pemusnahan miras, deklarasi diikuti beragam komponen dan elemen masyarakat, tandas Helmi Budiman kepada Garut News.

Dikemukakan, penanggulangan jangka menengah bakal diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang peredaran miras, sedangkan upaya penanggulangan jangka panjang dilakukan pembinaan dan advokasi secara terencana dan terus menerus.

Setiap seluruh camat juga diinstruksikan segera melakukan konsolidasi upaya pencegahan, serta kegiatan razia pada wilayahnya masing-masing.

Termasuk berkonsolidasi dengan para Kepala Desa/Kelurahan, serta Ketua RW, dan RT pada setiap seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Garut, tegas Wakil Bupati Helmi Budiman.

Diselenggarakan pula razia pada setiap kafe, atawa tempat-tempat hiburan lainnya.

Menyusul Korban tewas penenggak miras oplosan di Garut, Jawa Barat, bertambah lagi menjadi 17, dari seluruh 21 korban.

Korban terbaru diketahui berinisial Uc(17) penduduk Kecamatan Cibatu, sempat dirawat di Puskesmas Cibatu, kemudian meninggal ketika hendak dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

Sehingga, korban tewas hingga kini mencapai 17 terdiri 16 korban tewas saat perawatan di RSU dr Slamet, serta satu korban tewas di Puskesmas Cibatu.

“Korban Uc mulai dirawat di Puskesmas Cibatu Selasa (02/12-2014) sekitar pukul 22.40 WIB. Korban meninggal dunia keesokan harinya sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes kabupaten setempat, Tatang Wahyudin, Jum’at (5/12-2014).

Dikatakan, seperti korban lainnya, Uc menderita gejala keracunan usai menenggak miras oplosan. Uc tak sempat dibawa ke RSU dr Slamet Garut sebab pihak keluarga menolak.

Suherman.
Suherman.

Kepala Satuan Polisi Pamongpraja, Dr H. Suherman antara lain katakan siap melaksanakan instruksi Wakil Bupati ini.

Sedangkan langkah ditempuhnya, diawali dengan pencegahan, sosialisasi peraturan perundang-undangan belaku, serta penindakan secara hukum, katanya.

Didesak pertanyaan Garut News, mengenai selama ini kerap terjebak aktivitas serimonial dan protokoler “pemusnahan miras”, tetapi pabriknya tak dimusnahkan, Suherman antara lain katakan itulah permasalahannya.

Dalam pada itu Bupati Rudy Gunawan saat ini masih berada di wilayah Selatan Garut.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here