Wabup Garut Apresiasi Positip Pemukiman Berbudaya Adiluhung

0
37 views

“Resmikan Rumah Percontohan Tahan Gempa di Depok Kecamatan Pameungpeuk”

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 06/05 – 2015 ).

dr H. Helmi Budiman.
dr H. Helmi Budiman.

Wakil Bupati Garut,  dr H. Helmi Budiman menyatakan apresiasi positipnya terhadap pola permukiman berbudaya adiluhung. Meski pengertian permukiman tersebut masih sangat terbuka ditafsirkan.

Apresiasi positip tersebut, dikemukakannya kepada Garut News menjelang meresmikan dua unit rumah percontohan “tahan gempa” di Desa Depok Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (06/05-2015).

Wakil Bupati juga membuka Pelatihan Imam Masjid Pameungpeuk, dilanjutkan Kamis (07/05-2015), meninjau langsung pelaksanaan “Ujian Nasional” (UN), juga di wilayah Kecamatan Pameungpeuk.

Dikemukakan, kearifan lokal rumah panggung adat Sunda. Selain berestetika juga sehat dan nyaman apalagi jika dikemas sebaik mungkin.

Sehingga membangun rumah panggung, kerap berbiaya lebih mahal daripada rumah tembok permanen, ungkap Helmi Budiman, antara lain menambahkan.

Rumah Tahan Gempa Mubyarto.
Rumah Tahan Gempa Mubyarto.

Satu di antara penafsiran, sebuah permukiman berbudaya adiluhung dipersiapkan memeroleh penghargaan: Adiupaya Puritama; permukiman dengan peringkat IPM (indeks pembangunan manusia) penghuninya di atas nilai 71,17 (IPM rata-rata nasional); permukiman memeroleh penghargaan setara Kalpataru untuk lingkungannya bersih dan sehat; memeroleh penghargaan atas nilai “indeks perilaku peduli lingkungan” (IPPL) mendekati nilai mutlak 1 (satu); memeroleh penghargaan pelestari seni-budaya tradisional; memeroleh Aga Khan untuk arsitekturnya; dan memeroleh penghargaan Wirausaha Mandiri Award.

Setelah Jadi.
Setelah Jadi.

Gagasan permukiman berbudaya adiluhung termotivasi catatan sejarah berikut ini. Pertama, pada 1325 ada suku Aztec di Meksiko yang kaya dengan warisan kebudayaan, dari seni, arsitektur, sampai sistem pengelolaan komunitas dan pemerintahan.

Menurut referensi dari pelbagai literatur, kaum Aztec mempunyai kemampuan seni artistik, mewajibkan anak-anak sekolah, memiliki sistem canggih untuk menulis dan menyimpan catatan (data), juga memainkan pelbagai olahraga yang sampai saat ini masih diminati.

Jamban Keluarga.
Jamban Keluarga.

Kedua, ilmuwan dari University of Queensland berhasil menemukan permukiman tertua di dunia berada di ketinggian 2.000 meter di Papua New Guinea, diperkirakan ada pada 49.000 tahun lalu.

Bayangkan, bagaimana mungkin tanpa peralatan dan infrastruktur canggih, ada permukiman manusia di lingkungan yang sangat dingin, lembap, dan sangat tak kondusif di masa puncak Zaman Es?

Ketiga, ditemukan permukiman kota dengan sejarah panjang lebih daripada sekadar arsitektur yang indah dan artefak unik. Kota-kota tersebut penuh kisah atau legenda luar biasa dilihat dari bukti-bukti sejarahnya.

Hal itu, antara lain, permukiman kota seperti Byblos, Aleppo, Damaskus, dan Jericho, disebut sebagai “permukiman kota tertua di dunia”.

Sumber Air Bersih.
Sumber Air Bersih.
Sarana Penampung Air Bersih.
Sarana Penampung Air Bersih.

Dari beberapa permukiman ditemukan terdahulu, ada hal bisa menjadi catatan mengenai persiapan perwujudan permukiman berbudaya adiluhung, antara lain: permukiman terdahulu dibangun dengan visi of outstanding quality atauhighly esteemed (adiluhung).

Para arsitek, pemikir, budayawan, seniman, dan penguasa pada zaman itu berusaha menggapai ketinggian mutu, keindahan dan kehalusan, juga keluhuran.

Permukiman dibangun atas dasar olah karsa, rasa, dan karya yang berorientasi pada budaya dan perkembangannya, tak sekadar berpijak pada fungsi bangunan di permukiman.

– Sumber Informasi : Untung Suropati, pemerhati pemberdayaan/Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here