Wabup Ajak Masif Tingkatkan Kualitas Dakwah Berzakat

0
33 views
Helmi Budiman antara lain Didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 30/08 – 2017 ).

Helmi Budiman antara lain Didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, ragam komponen dan elemen masyarakat lainnya, juga terutama institusi teknis terkait lain, agar bersama-sama bisa secara masif meningkatkan kualitas dakwah Berzakat.

Lantaran menurutnya, zakat merupakan rukun Islam yang selama ini paling sedikit diajarkan atau beda dengan kerapnya bahasan pelajaran tentang syahadat, shalat, puasa, dan melaksanakan ibadah haji, yang selama ini pula detail diajarkan secara teori dan prakteknya.

Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan Caringin.

Sedangkan mengenai zakat, masih terbilang langka diajarkan secara detail. Hanya sebatas teoritis bagaimana menjadi muzaki, dan amilin, ungkap Helmi Budiman pada evaluasi setiap Unit Pengumpul “Zakat, Infaq, Sedekah” (ZIS) dari seluruh 42 wilayah kecamatan di kabupaten setempat.

Dalam helatan yang digelar “Badan Amil Zakat Nasional” (BAZNAS) Kabupaten Garut, Rabu (30/08-2017), tersebut, diketahui total penerimaan kupon infaq mencapai Rp559.237.975,00

Sehingga terdapat tiga pengumpul dinilai paling berprestasi, terdiri Kecamatan Caringin sebagai penyetor tercepat, dari Cisurupan sebagai pengumpulan hasil kupon terbanyak dan dari Kecamatan Selaawi sebagai prosentase pendistribusian terbanyak.

Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan Cisurupan.

Mereka masing-masing mendapatkan penghargaan juga hadiah satu unit laptop,  yang penyerahannya disampaikan Wakil Bupati Helmi Budiman.

Pada bagian lain harapannya, Helmi Budiman katakan Baznas setempat hendaknya senantiasa menyampaikan anjuran proses pelaksanaan rukun Islam, kaum muslimin pun diharapkan pula bisa membantu agar Baznas senantiasa eksis mendakwahkan berzakat dalam tataran teori dan praktek.

Sehingga pemahaman teori dan praktek berzakat, infaq, sadakah benar-benar dapat terealisasi dalam arti luas dikaitkan dengan pengembangan produktivitas perekonomian masyarakat. Sebab cepatnya perputaran uang secara syariah bisa banyak memberi manfaat.

Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan Selaawi.

Detail dikemukakan, Zakat, infak dan sedekah termasuk amal ibadah yang dianjurkan dibayarkan dalam ajaran agama Islam. Ibadah tersebut dilakukan dengan cara memberikan sesuatu kita miliki yang membawa manfaat bagi orang lain.

Berzakat, mengambil sebagian harta dengan ketentuan tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu. Menurut kewajiban melakukannya, zakat amal ibadah wajib dijalankan oleh setiap muslim yang dikenai kewajiban membayar zakat dan diberikan kepada delapan golongan masyarakat. Sedangkan amal sedekah dan infaq disunnahkan untuk dilakukan umat Islam.

Helmi Budiman Menyempatkan Bersilaturahmi Dengan Murid Madrasah yang Menyelenggarakan Manasik Haji.

Menurut ahli fiqih, pengertian infak semua jenis pembelanjaan seorang muslim untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Sedangkan sedekah adalah bentuk infak lebih khusus lagi, yaitu pembelanjaan yang dilakukan di jalan Allah SWT.

Bersedekah tidak harus berupa uang. Kita juga dapat melakukannya dengan cara berbagi pikiran yang berguna dan membantu dengan tenaga.

Perbedaan zakat, infak dan sedekah yang kedua adalah waktu pembayarannya. Kita dapat berinfak dan bersedekah kapan saja ketika memiliki kemampuan membayarnya. Sedangkan waktu pembayaran zakat hanya boleh dilakukan pada masa-masa tertentu.

Jalin Silaturahmi Dengan Siapapun.

Zakat fitrah wajib dibayarkan selama bulan Ramadlan, lalu zakat maal dibayarkan ketika telah mencapai nisabnya dan dimiliki penuh selama setahun.

Zakat, infak dan sedekah merupakan amal ibadah yang memiliki peran penting dalam kesejahteraan umat, menjalin persaudaraan dan mewujudkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan beramal, khususnya amal zakat, kita juga dapat membersihkan harta kita sehingga kekayaan kita miliki menjadi harta yang barokah.

“Mari berzakat, infak dan sedekah sesuai anjuran agama! Seperti halnya ibu-ibu yang berbelanja senilai Rp20 ribu, bisa berinfaq senilai Rp500. Lantaran semangat berinfaq dan sedekah ini merupakan kunci untuk menjadi kaya,” imbuh Helmi Budiman pula.

PDRB kabupaten ini pun, mencapai sekitar Rp4,4 triliun sehingga diharapkan bisa berbanding lurus dengan nilai pengumpulan ZIS, sedangkan upaya penambahan operasional Baznas kabupaten setempat tengah dilakukan pembahasan, katanya.

********