Visi Kandidat Presiden

Garut News ( Rabu, 11/06 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Debat calon presiden-wakil presiden disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi berlangsung menarik.

Penampilan dan gagasan kandidat niscaya bisa membantu orang belum menentukan pilihan. Lewat debat, publik bisa mengamati lebih cermat sekaligus menilai kualitas dua kandidat presiden 2014.

Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tampil sedikit lebih baik dibanding lawannya, pasangan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa. Joko Widodo alias Jokowi, selama ini kurang lihai berpidato, tampak mulai terampil.

Adapun Prabowo justru kelihatan grogi, terutama ketika menjawab pertanyaan mengenai kasus pelanggaran hak asasi manusia diajukan Kalla.

Pada debat, kedua kandidat lebih terlihat “aslinya” dibanding penampilan mereka dalam iklan politik di televisi.

Publik juga bisa melihat karakter dan gaya komunikasi mereka lebih detail.

Semua ini amat berguna lantaran orang sulit menentukan pilihan hanya dengan mendengar iklan politik, pidato, atawa membaca program tertulis.

Visi kedua kandidat sebetulnya hampir sama.

Baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Kalla, misalnya, sama-sama menyokong reformasi dan pemberantasan korupsi.

Mereka juga sepakat mendukung keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Perbedaannya hanya dalam rincian program atawa metode memerangi korupsi.

Cara lain melihat kebijakan kelak diterapkan sang kandidat bisa pula dilihat dari partai politik menyokongnya.

Program Partai Gerakan Indonesia Raya, didirikan Prabowo, sebetulnya cukup bagus.

Tetapi, jika terpilih, ia tentu kudu mengakomodasi kepentingan partai pendukungnya, seperti Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, serta Partai Persatuan Pembangunan.

Kepentingan sejumlah petinggi Partai Demokrat tampak lebih condong ke Prabowo juga perlu diperhitungkan.

Dalam soal itu, pasangan Jokowi-Kalla sedikit lebih beruntung. Dengan koalisi ramping-PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Nasional Demokrat-Jokowi lebih leluasa bergerak apabila terpilih menjadi presiden.

Penentuan menteri mengisi kabinet tak terlalu didikte banyak sekali partai.

Yang menarik, selain PKB, penyokong Jokowi merupakan partai berada di luar pemerintah sekarang.

Konsistensi antara visi dan perilaku masing-masing kandidat pun menarik diamati.

Kubu Prabowo sulit berbicara lugas tentang pemberantasan korupsi sebab Ketua Umum PPP Suryadharma Ali kini terjerat kasus korupsi penyelenggaraan haji.

Kubu pendukung Jokowi pun sebetulnya menghadapi masalah sama.

Komitmennya memerangi korupsi masih diragukan sebab beberapa anggota tim suksesnya dikenal tak bersih.

Itulah pentingnya mendeteksi lebih jauh sikap serta komitmen kandidat presiden dan wakil presiden melalui debat.

Publik bisa melihat kesungguhan masing-masing kandidat ihwal program atawa janji-janjinya bukan cuma dari ucapan, melainkan juga dari bahasa tubuh.

******* Opini/Tempo.co

Related posts

Leave a Comment