UTD PMI Garut : Gawe Rancage Mawa Raharja Penuhi 17.260 Labu Darah

0
55 views
Drs H. Rachmat Wijaya.
Drs H. Rachmat Wijaya.

Kepala “Unit Transfusi Darah” (UTD) pada PMI Kabupaten Garut, Drs H. Rachmat Wijaya Bersama Seluruh Jajaran Keluarga Besar UTD PMI kabupaten setempat.

Mengucapkan :

Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi ke-205 Kabupaten Garut

(16 Februari 1813 – 16 Februari 2018).

“Gawe Rancage Mawa Raharja”

(Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan)

Selama 2017 bisa memenuhi total pelayanan darah mencapai 17.260 labu darah atau setiap bulannya rata-rata 1.438 labu darah.

Sedangkan pendonor dari dalam kabupaten diperoleh 9.905 labu darah, kemudian donor dari luar kabupaten 6.147 labu darah, sehingga total keseluruhannya 16.152 labu darah.

Maka kekurangannya 1.108 labu darah bisa dipenuhi dari pasokan luar kabupaten, di antaranya dari Tangerang, Jakarta, dan dari Bandung, berkat kerjasama dengan UTD dari luar Kabupaten Garut.

Sedangkan pada 2016 silam, total pelayanan darah mencapai 17.091 labu darah, masing-masing bisa dipenuhi dari pendonor darah dalam kabupaten 10.057 labu darah, serta pendonor dari luar kabupaten 7.034 labu darah, ungkapnya pula.

Namun, hingga kini pendonor dari dalam Kabupaten Garut, ternyata hanya bisa memenuhi 60 persen kebutuhan pelayanan darah di kabupaten tersebut.

Fenomena memprihatinkan ini, antara lain akibat masih kurangnya dukungan dari stakehorder di kabupaten setempat, kondisi sarana – prasarana masih terbatas, juga lantaran unit cost maupun pengeluaran pelayanan darah tak seimbang dengan ketetapan PMI Pusat.

Adapun pengeluaran pelayanan setiap labu darah nilai penggantiannya Rp425 ribu, tetapi pembayaran dari BPJS hanya Rp360 ribu.

Sehingga untuk menutupi kekurangan terpaksa menekan biaya operasional, serta pembayaran gaji setiap pegawai terpaksa dibawah UMK atau Rp800 ribu per bulan.

Karena itu, pada 2018 ini di antaranya memprogramkan peningkatan partisipasi pendonor dari 60 persen menjadi minimal 70 persen, kemudian membangun koordinasi sekaligus berupaya dengan Pemkab Garut.

Lantaran berdasar “Peraturan Pemerintah” (PP) Nomor 7/2011 Tentang Pelayanan Darah, disebutkan biaya sarana/prasarana menjadi tanggungjawab Pemkab setempat.

***********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here