Ustadz Haikal Hassan : Jangan Pancing Amarah Umat Islam

0
37 views
Babeh Ustadz Haikal Hassan Lantang Berorasi di Alun Alun Garut.

“Ribuan Massa Garut Desak Banser Dibubarkan”

Garut News ( Selasa, 23/10 – 2018 ).

Babeh Ustadz Haikal Hassan Lantang Berorasi di Alun Alun Garut.

Babeh Ustadz Haikal Hassan mengingatkan, jangan memancing amarah Umat Islam sehingga Banser pun perlu meminta maaf dan bisa koperatif, sedangkan “cecunguk” yang membakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadar Rasulullah, agar diusut tuntas.  

Salah – satu Tulisan Diusung di Alun Alun Garut.

Haikal Hassan juga menyerukan supaya tetap tenang, serta senantiasa waspada terhadap upaya provokasi dan adu domba di antara Umat Islam, “kita kawal bersama proses pengusutan kasus pembakaran bendera tersebut,” tandasnya dengan nada geram.

Demikian antara lain penegasan yang kembali dikemukakan Babeh Ustadz Haikal Hassan kepada Garut News di Gedung Pamengkang, Selasa ( 23/10 – 2018 ),  saat rehat sejenak seusai berorasi dihadapan ribuan massa Aliansi Umat Islam Bela Tauhid di Alun Alun Garut.

Berikan Keterangan Pers.

Sedangkan Aliansi Umat Islam Bela Tauhid dengan Koordinator Cep Eka menyatakan sikap ; Pertama, Mengutuk dengan sekeras – kerasnya perbuatan keji yaitu pembakaran Bendera Tauhid tersebut, karena dinilai sebagai bentuk penghinaan, pelecehan, dan terkategori perbuatan pidana yang menistakan agama terhadap simbol Islam yaitu bendera Rasulullah SAW yang dikenal dengan istilah ar-rayyah, bendera warna hitam dengan tulisan “Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadar Rasulullah”.

Kedua, Menuntut kepada aparat penegak hukum untuk segera memanggil, memeriksa, dan menangkap, serta menyeret pelaku pembakaran terhadap Bendera Tauhid tersebut ke Pengadilan, dan Menghukum dengan Seadil – adilnya.

Bentangkan Bendera Raksasa.

Ketiga, Menuntut kepada pelaku agar bersegera bertaubat, kemudian secara personal dan kelembagaan menyampaikan permohonan maaf kepada Umat Islam.

Keempat, Menyerukan agar seluruh Umat Islam tetap tenang, dan waspada terhadap upaya provokasi, dan adu domba di antara Umat Islam serta terus menjaga soliditas dan kebersamaan untuk mencegah dan mengantisipasi agar tidak terjadi lagi pelecehan, dan kriminalisasi simbol simbol Islam pada masa yang akan datang.

Tauhid.

Kelima, Mengajak kepada seluruh Umat Islam tetap istiqamah memerjuangkan tegaknya kalimat Tauhid  “Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadar Rasulullah” dalam seluruh tatanan kehidupan sebagai manifestasi pelaksanaan Islam Kaaffah menuju Indonesia yang lebih baik. Sesungguhnya hanya Islam yang akan menyelamatkan negeri ini dari pelbagai kerusakan yang disebabkan diterapkannya paham neoliberalisme dan neoimperialisme.

Ribuan massa Aliansi Umat Islam Bela Tauhid sebelumnya berkumpul di pertigaan Jalan Terusan Patriot kemudian mereka sempat berorasi di Bundaran Simpang Lima, dan melanjutkan perjalanan hingga ke Alun Alun Garut.

Berorasi Di Bundaran Simpang Lima.

Mereka banyak di antaranya  berasal dari luar Garut, antara lain dari Bale Endah Bandung.

Sumber sumber lainnya antara lain katakan, peristiwa pada peringatan Hari Santri tersebut mungkin tak bakal terjadi jika sebelumnya bisa dicegah, apalagi lokasinya berdekatan dengan Mapolsek Limbangan.

“Ribuan Massa Garut Desak Banser Dibubarkan”

Ribuan umat Islam tergabung Aliansi Umat Islam Bela Tauhid di Garut turun ke jalan menggelar aksi damai Aksi Bela Tauhid. Sebagian mereka berasal dari luar Garut.

Ribuan Massa Aliansi Umat Islam Bela Tauhid.

Sambil menyerukan Takbir serta kalimat Toyibah lainnya dengan mengibarkan bendera Tauhid (al liwa, dan ar royat) serta beragam atribut lain bertuliskan kalimat Tauhid dalam huruf Arab, massa memulai aksinya sekitar masjid At Taufiq Jalan Patriot, mereka bergantian melakukan orasi.

Mereka mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Bahkan tak cukup hanya menangkap, mengamankan, dan memroses pelaku secara hukum. Juga tuntutan agar Banser dibubarkan pun mengemuka.

Alun – Alun Garut.

Massa memusatkan aksinya di Lapangan Otto Iskandardinata atau Alun alun Garut Jalan Ahmad Yani.

“Banser harus kooperatif minta maaf. Kita tetap tenang, dan waspada terhadap upaya provokasi, dan adu domba. Kita kawal proses pengusutan yang bakar bendera,” kata Ust. Haikal Hassan dari Jakarta.

Pada waktu bersamaan, sebuah petisi agar Banser dibubarkan pun terus bergulir dengan penandatangan petisi sudah mendekati 40.000 lebih.

Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Garut juga melaporkan kasus itu ke Polres Garut.

“Ini jelas penghinaan, penistaan, dan menebar ujaran kebencian terhadap Islam. Makanya, kami laporkan tindak pidana,” tegas Ketua Divisi Hukum Bang Japar Garut, Anton.

Pihak kepolisian pun menyatakan mengamankan sejumlah pelaku, dan sedang mendalami kasus itu, katanya.

**********

Esay/Fotografer : NZ, JDH/John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here