UPTD Pasar Garut Turun Gunung Antisipasi Gejolak Harga

0
22 views

“Tak Diketemukan Bawang Merah Import Tiongkok”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/04 – 2016 ).

H. Dayat Bersama Akhmad Wahyudin Menelisik Kondisi Perkembangan Harga Termasuk pada Komoditi bawang Merah Lokal, Kamis (28/04-2016).
H. Dayat Bersama Akhmad Wahyudin Menelisik Kondisi Perkembangan Harga Termasuk pada Komoditi bawang Merah Lokal, Kamis (28/04-2016).

Kepala UPTD Pasar pada Disperindagpas Kabupaten Garut, H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE.

Termasuk beserta jajarannya kerap turun gunung atawa “inspeksi mendadak” (Sidak)

Guna mengantisipasi kemungkinan mendadak-sontaknya terjadi gejolak harga bahan pokok.

Serta kondisi perkembangan harga barang kepentingan lainnya.

Akhmad Wahyudin Juga Memantau Kondisi Persediaan Setiap Seluruh Bahan Pokok, serta Barang Kepentingan Lainnya.
Akhmad Wahyudin Juga Memantau Kondisi Persediaan Setiap Seluruh Bahan Pokok, serta Barang Kepentingan Lainnya.

Pada Sidak hari ini, Kamis (28/04-2016), maupun sekitar satu setengah bulan menjelang Puasa Ramadhan 1437 H/2016, mereka tak menemukan pemasaran poroduk bawang merah import seharga Rp280 ribu, atau Rp28 ribu per kilogram dari persediaan sekitar satu ton dipasok dari Pasar Caringin Bandung.

Tak ditemukannya komoditi dari Tiongkok tersebut, lantaran mencukupinya sekitar tiga ton bawang merah lokal di Pasar Ciawitali Guntur.

Kini bisa diperoleh dengan harga Rp22 ribu per kilogram dari semula Rp28 ribu per kilogram, bahkan sebelumnya pula selama dua pekan terakhir sempat bertengger kuat pada harga Rp32 ribu per kilogram

Akhmad Wahyudin Bersama H. Dayat Kerap Diskusikan Kondisi Perkembangan Harga.
Akhmad Wahyudin Bersama H. Dayat Kerap Diskusikan Kondisi Perkembangan Harga, Juga Stok opname barang.

“Kendati harga jenis mata dagangan produk lokal itu, masih belum sepenuhnya normal atawa menjadi Rp16 ribu per kilogram. Tetapi optimis fluktuatif harganya bisa sempat kembali kondusif,” ujar Akhmad Wahyudin kepada Garut News.

“Sehingga kecenderungan semakin terus meredanya intensitas harga komoditi ini, selain menunjang penurunan inflasi juga sekaligus terbukti bisa “melenyapkan” serbuan pemasaran kemasan bawang merah asal Tiongkok tersebut”, katanya.

Akhmad Wahyudin juga mengemukakan, harga bawang putih pun sekarang melorot dari semula Rp31 ribu per kilogram menjadi Rp24 ribu per kilogram.

Proses Dinilai Efektif Keringkan Bawang Merah.
Proses Dinilai Efektif Keringkan Bawang Merah.

Disusul terjadinya penurunan jenis sayuran antara lain kentang, menjadi pada kisaran Rp6.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Padahal semula harga kentang berkisar Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram, disusul harga telur masih normal atau Rp18 ribu per kilogram.

Sedangkan harga gula merah menurun dari Rp16 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram, serta cabe merah keriting harganya pun menurun dari kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, menjadi Rp11 ribu per kilogram.

Selanjutnya harga beras juga masih dinilai normal sesuai jenis dan kelasnya masing-masing, mulai Rp9.500 per kilogram, Rp10 ribu per kilogram, serta Rp11 ribu per kilogram.

Senantiasa Selenggarakan Pantauan Perkembangan Persediaan, dan sekaligus harga LPG kemasan tiga kilogram.
Senantiasa Selenggarakan Pantauan Perkembangan Persediaan, dan sekaligus harga LPG kemasan tiga kilogram.

Dalam pada itu harga daging sapi Rp98 ribu per kilogram, serta harga daging ayam Rp25 ribu per kilogram.

Iwapa sebagai mitra kerja senantiada dijalin koodinasi  maupun kebersamaan guna mewujudkan kondusivitas harga, serta persediaann bahan pokok dan barang kebutuhan penting lainnya di Pasar Ciawitali Guntur Garut, ungkap mereka.

Dikatakan Akhmad Wahyudin, setiap seluruh persediaan bahan pokok dan barang kepentingan lainnya. Hingga kini masih dinilai memadai.

Sehingga sangat diharapkan sekaligus senantiasa diupayakan terus berlangsung hingga Puasa Ramadhan serta Lebaran Idul Fitri.

*******