Taman Satwa – Yadul Ulya di Tengah Dominasi ODP

0
10 views
Setiap Pengunjung Taman Satwa Cikembulan Juga Termasuk Anak-Anak Diedukasi Pula Protokol Kesehatan.
Satwa Endemik, Yang Dilindungi Undang-Undang RI.

“Menggeliat Eksis Pada Krisis Ekonomi Multidimensi”

Garut News ( Senin, 29/06 – 2020 ).

Ragam penyikapan diaplikasikan Pengelola Taman Taman Satwa Cikembulan, dan Ponpes Yadul ‘Ulya Garut, agar bisa bertahan bahkan menggeliat kendati diguncang dampak pandemi Covid-19, berupa ‘krisis ekonomi multidimensi’ 

Dari perkembangan totalitas 4.727 kasus terkait Covid-19 di kabupaten ini hingga, Senin (29/06-2020) Pukul 19:01:46 WIB, terdiri masih didominasi 2.716 ‘Orang Dalam Pemantauan’ (ODP), 78 PDP, 26 Terkonfirmasi Positif, dan 1.903 OTG.

Sumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat menunjukan, 2.716 ODP (235 kasus masih pemantauan, empat dalam perawatan, 2.480 selesai pemantauan, dan 14 di antaranya meninggal dunia).

Rudy Arifin, SE dan Istri, Bersama Kang Acil Bimbo (Sebelum Predator Covid-19 Mewabah).

Disusul 78 PDP (dua masih dirawat dan diisolasi, 76 sudah dipulangkan, 16 meninggal dunia), 26 Konfirmasi Positif (satu masih dalam perawatan, 22 sembuh, tiga meninggal dunia), serta 1.903 OTG (1.164 masih proses observasi, dan 740 selesai observasi). Sehingga yang meninggal dunia mencapai 33 orang.

Namun dengan ketat menerapkan protokol kesehatan, Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan menerima kunjungan wisatawan. Meski ternyata jumlah pengunjung tak sebanyak sebelum adanya wabah pandemi maut tersebut.

Manager Taman Satwa, Rudy Arifin, SE katakan ketika mulai dibuka kembali, Ahad (21/06-2020), dikunjungi 500 wisatawan, Sedangkan keesokan harinya sepanjang, Senin (22/06-2020), terdapat 77 pengunjung.

Kemudian pada, Ahad (28/06-2020), didatangi 420 pengunjung disusul pada sepanjang, Senin (29/06-2020), hanya terdapat belasan hingga puluhan pengunjung.

Meski demikian tetap dibuka, dan dijalaninya proses pemeliharaan satwa sekaligus ikut serta mengedukasi masyarakat supaya bisa beradaptasi dengan kebiasaan mengenakan masker, kerap mencuci tangan dengan sabun dan membasuhnya pada air mengalir.

“Serta senantiasa menjaga jarak termasuk menghindari kerumunan, lantaran lembaga konservasi ini pun bernuansakan wisata pendidikan,” imbuh Rudy Arifin.

Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Rutin Berolahraga Tingkatkan Kualitas Imunitas Tubuh.

“Tetap Wujudkan Kemandirian Ekonomi”

Dalam pada itu, pengelola Ponpes Tahfidz Qur’an Garut tetap berupaya maksimal mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren.

“Di antaranya usaha Pesta Parasmanan Baso Aci pada  “Pusat Jajanan Pesta”  (Pujapes) Baso Aci Jalan Cimanuk Jayaraga Garut, dengan tetap mematuhi protokol medis, namun bisa Puas, bebas pilih baso sendiri sebagai salah satu upaya menghibur konsumen, yang hingga kini masih dihantui predator pandemi ,” ujar Pimpinan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

Halal, Higienis, dan Bersih.

Konsumen pun, dapat sekaligus berbelanja di Sembakogarut.com selain membantu memerpendek jarak pemenuhan kebutuhan pokok, juga pesanan bisa langsung diantar pada radius lima kilometer sebagai solusi #DiRumah Lebih Baik, guna mencegah penularan pandemi maut tersebut.

“Sehingga setiap transaksi pembelian sembilan bahan pokok itu, konsumen tak perlu khawatir keluar rumah,” juga ungkap M. Angga Tirta.

Bernuansakan Islami.

Tersedia pula pemenuhan kebutuhan busana muslimah, juga sajian kopi segar purna Puasa Ramadlan dan Beridul Fitri pada Syawal ini, dengan harga terjangkau beragam kalangan.

Keberkahan Ramadlan dan Lebaran Idul Fitri masih ternikmati bersama Garoot Coffee, yang juga melengkapi keseharian New Normal dengan tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan.

Rehat Sejenak.

Lantaran Garoot Coffee “Hadir di Tengah Pandemi Global Wabah″, sehingga menikmati secangkir kopi ini, dipastikan dapat menjadikan sekujur tubuh senantiasa kembali segar.

Pemenuhan kebutuhan itu, so pasti tersedia pada Garoot Coffee. Dengan mengunjungi anjungan Pesta Baso Aci pada lintasan Jalan Cimanuk Jayaraga Garut.

Ust, M. Angga Tirta Sambut Kehadiran Tamu Penting Ponpes Daarut Tauhid Bandung.

Bagi anda yang kini ‘stay home’ atau ‘caricing’ di rumah, Garoot Coffee menyiapkan anjungan berjalan guna mendatangi titik lokasi yang menjadi ‘station’ mangkalnya.

Tentunya pula dengan harga terjangkau isi saku, merasakan nikmatnya produk kearifan lokal terbuka di alam terbuka sambil berswafoto.

Beberapa Guru Ponpes Yadul ‘Ulya Juga Berlatih Berkuda, dan Memanah.

Kemasan inovasi ini, juga merupakan salahsatu sektor kemandirian ekonomi pengelolaan Ponpes/Kuttab Digital Modern Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut.

Sebab meski terjangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih masif mewabah, namun denyut nadi kehidupan berkeadaban serta berkemajuan harus terus berjalan.

“Tentunya pula dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang bisa menangkal serbuan jenis penyakit yang mematikan tersebut,” ujar M. Angga Tirta.

Meraih Ilmu Bermanfaat, Juga Keberkahan Rejeki.

Maka dalam menikmati Berkah purna Ramadlan serta Berlebaran Idul Fitri, Garoot Coffee pun hadir di tengah kebahagiaan bersama.

Sehingga pada Pesta Baso Aci ini, tersedia pemenuhan kebutuhan Sembako serta ragam komoditi jajanan dan minuman ringan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here