Upaya Keras Bersihkan Gorong Lintasan Jalan Pembangunan

0
8 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 11/02 – 2016 ).

Kepala UPTD Bina Marga Wilayah II Tarogong, A'us Wahyudin, Bersama Institusi Teknis Lainnya Bersihkan Gorong-gorong Hingga Larut Malam.
Kepala UPTD Bina Marga Wilayah II Tarogong, A’us Wahyudin. Bersama Institusi Teknis Lainnya Bersihkan Gorong-gorong Hingga Larut Malam.

Kepala UPTD Bina Marga Wilayah II Tarogong, A’us Wahyudin bersama stafnya serta institusi teknis terkait, berupaya keras membersihkan gorong-gorong, atawa drainase pada lintasan Jalan Pembangunan Garut.

Pembersihan gorong bersamaan penyedotan air dengan bantuan mobil unit “pemadam kebakaran” (Damkar) tersebut.

Nyaris berlangsung hingga menjelang tengah malam, Rabu (10/02-2016).

Penduduk Bersusah Payah Lintasi Banjir Jalan Pembangunan.
Penduduk Bersusah Payah Lintasi Banjir Jalan Pembangunan.

Informasi dihimpun Garut News dari lapangan menunjukan, terjadinya luapan air hingga membanjiri lintasan badan jalan itu, akibat gorong-gorong tersumbat ragam jenis sampah dan material tanah/pasir/batu.

Sedangkan penyebab tersumbat, bisa lantaran unsur kesengajaan maupun akibat letak jalan relatif berkondisi membentuk cekungan.

Padahal semula air mengalir ke arah Sungai Cilutung, namun selama ini menjadi berbalik arah. Sebab kondisi lintasan jalan depan rumah dinas Manager PLTP Pertamina Kamojang, kemungkinan posisinya sengaja ditinggikan.

Dalam pada itu, terjadi jalan banjir parah sejak bersamaan berlangsungnya puncak “Long Weekend”, Senin (08/02-2016). Bahkan sepekan menjelang Peringatan Hari Jadi Ke-203 Garut (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2016).

Penyedotan Jalan Banjir.
Penyedotan Jalan Banjir.

Kondisi lintasan ruas badan Jalan Pembangunan di seputar Kota kabupaten tersebut, malahan nyaris menyerupai kolam renang.

Pada Senin sore itu, sejumlah anak-anak berasyik-ria bermain air bahkan menyempatkan diri berenang pada genangan air membanjiri lintasan jalan ini.

Mereka tak peduli terhadap lalulintas ragam jenis kendaraan bermotor, yang super hati-hati melewati jalan protokol tersebut.

Inilah fakta riel, yang juga bisa menjadi salah-satu sumber penyebaran wabah jenis penyakit “demam berdarah dengue” atawa DBD di kabupaten setempat.

Ragam Upaya Tanggulangi Banjir.
Ragam Upaya Tanggulangi Banjir.

Lantaran kerap diperparah acap terjadinya genangan air hingga membanjiri lintasan ruas badan jalan pula, setiap diguyur hujan.

Kondisi miris malahan sangat memprihatinkan tersebut, justru masih berlangsung menjelang kabupaten ini berusia 203 tahun, yang jauh lebih tua daripada usia Proklamasi Kemerdekaan RI.
Peristiwa itu, selain pula bisa menebarkan beragam jenis penyakit. Juga menjadikan kondisi lingkungan sekitarnya kumuh, kotor, serta berbau, apalagi jaringan drainase maupun saluran selokannya relatif tak berfungsi.

Kondisi serupa, acap terjadi pada lintasan jalan di depan Komplek Perkantoran Dinas Pendidikan kabupaten setempat.

Tersumbat Parah.
Tersumbat Parah.
Kerja Keras.
Kerja Keras.

Bahkan terjadi pula pada beberapa titik lokasi di sepanjang lintasan Jalan Pembangunan.

Meski merupakan jalan protokol yang sering dilintasi para Petinggi Garut.

Karut-marutnya kondisi setiap diguyur hujan itu, selama ini berlangsung saban tahun. Tak berbanding lurus dengan upaya peningkatan jalan berkonstruksi hotmix.

Dalam pada itu, upaya penanggulangannya selama ini mengesankan nyaris tak dilakukan secara menyeluruh dan tuntas.

Melainkan sering mengesankan penanganan yang “tabrak lari” akibat ragam keterbatasan.

*******