You are here
Universitas Budi Luhur Jawara Bersih Narkoba 2013 POLKAM 

Universitas Budi Luhur Jawara Bersih Narkoba 2013

“Jaya Suprana, Ketua MURI menyerahkan gelar rekor MURI  atas tanda tangan terbanyak menunjukkan komitmen anti narkoba, BNN  berhasil mengumpulkan 2.000.2015  tanda tangan anti narkoba dari seluruh kalangan masyarakat”

Jakarta, Garut News ( Rabu, 12/11 ).

Ilustrasi Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati, Gencar Mewujudkan Komunitas Masyarakat Peduli P4GN. (Foto: John).
Ilustrasi Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati, Didampingi Kasi Pencegahan, Syam Sumaryana, SH, MH Gencar Mewujudkan Komunitas Masyarakat Peduli P4GN. (Foto: John).

Universitas Budi Luhur (UBL) berhasil menjadi “jawara” Kampus Bersih Narkoba 2013 se-Jabodetabek, digelar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kampus perguruan tinggi ini, memeroleh skor tertinggi pada kriteria penilaian kreativitas “branding” anti narkoba di lingkungan kampus, tembang dan ciptaan lagu tentang narkoba, seminar sehari tentang narkoba, karya tulis tentang narkoba, serta sajak tentang narkoba.

Berdasar keputusan juri dipimpin Subarkah Hadi, Wakil Rektor IKJ, UBL memeroleh total nilai 675, disusul Universitas Islam Negeri Jakarta, bertotal nilai 655, kemudian juara ketiga Universitas Mercu Buana bertotal nilai 645.

Dengan prestasi ditorehkan, UBL berhak meraih trofi beserta uang sebesar Rp18 juta.

UBL mengalahkan 26 kontestan kampus lain turut berlomba mengekspresikan kreativitas anti narkoba.

Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro pun tak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas keberhasilan seluruh civitas akademikanya, berupaya mewujudkan kampus bersih dari narkoba.

“Kami harap anugerah lomba ini menjadi motivasi berperan lebih maksimal membentengi seluruh civitas akademika, dan masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba”, imbuhnya menyerukan seusai menghadiri puncak Lomba Kampus Bersih Narkoba 2013, Selasa (12/11).

Rektor UBL Suryo Hapsoro juga menegaskan, upaya penanggulangan masalah narkoba di lingkungan mahasiswa mutlak dilakukan, agar kecerdasan mahasiswa pada konteks kecerdasan pikir, hati dan perasaan bisa terlindungi sehingga mahasiswa dapat membangun peradaban lebih baik ke depannya.

Kepala BNN, DR Anang Iskandar, memberikan pula apresiasi pada 27 universitas berperan serta berupaya mengimunisasi masyarakat kampus dari godaan penyalahgunaan narkoba.

“Yang terpenting, proses bagaimana mahasiswa berperan mencegah penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba, bukan hanya membidik hadiahnya”, tandas Anang Iskandar.

Diingatkan, penanggulangan masalah narkoba bukan masalah kelembagaan, melainkan menjadi tanggung jawab individu.

Karena itu, Kepala BNN berharap civitas akademika lebih memberikan peran penanggulangan masalah narkoba.

Dua kerangka pemikiran kudu terus didukung, terdiri dekriminalisasi dan depenalisasi terhadap penyalah guna narkoba, sebagai paradigma penanganan narkoba secara proporsional.

“Melalui lomba kampus ini mahasiswa diharapkan bisa mendorong perubahan paradigma penanganan masalah narkoba”, ungkap Kepala BNN.

Menpora, Roy Suryo hadir pada puncak kegiatan ini katakan, prevalensi penyalahgunaan narkoba kudu ditekan, lantaran trendnya selalu mengalami peningkatan.

Roy menyerukan, agar para pemuda sebagai bonus demografi, tak tercemari penyalahgunaan narkoba, sehingga terus bisa berkarya membangun bangsa.

Siswandi, pelaksana kegiatan ini mengatakan, gagasan lomba  berawal dicetuskan saat BNN menggelar Rakor dengan 41 kampus, pada April 2013.

“Dari 41 kampus itu, 27 kampus di antaranya berkomitmen berpartisipasi pada lomba mengadu kreativitasnya, membentuk ‘branding’ kampus bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Kami  memberikan apresiasi tinggi pada para mahasiswa berkomitmen penuh menciptakan karyanya. Kegiatan ini bukan hanya sekedar mencari juara, tetapi terpenting menciptakan komitmen di wilayah kampus melaksanakan ‘Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’ (P4GN)”, ungkap Siswandi.

Siswandi mengingatkan, agar kampus lebih berwaspada dengan lingkungannya.

Ia menekankan, agar kampus jangan sampai dimasuki mata rantai sindikat narkoba.

Selain itu, Siswandi juga menekankan supaya pihak kampus berperan serta melakukan gerakan rehabilitasi pada penyalah guna narkoba.

“Dorong mahasiswa terkena narkoba melaporkan dirinya pada Institusi Penerima Wajib Lapor, agar direhabilitasi”, imbuh Siswandi.

Pada rangkaian kegiatan puncak acara ini, Jaya Suprana, Ketua MURI juga menyerahkan gelar rekor MURI  atas tanda tangan terbanyak menunjukkan komitmen anti narkoba.

BNN  berhasil mengumpulkan 2.000.2015  tanda tangan anti narkoba dari seluruh kalangan masyarakat.

Demikian Kepala Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News mengemukakan.

****** John.

 

 

Related posts

Leave a Comment