UNBK SMPN 1 Terganjal Kekurangan 30 Unit Komputer

0
217 views
H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH Bersama Wakil Kepala Sekolah.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 03/04 – 2017 ).

H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH Bersama Wakil Kepala Sekolah.
H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH Bersama Wakil Kepala Sekolah.

Penyelenggaraan “Ujian Nasional Berbasis Komputer” (UNBK) SMPN 1 Garut, yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari sejak 2 Mei 2017 mendatang, hingga kini masih terganjal kendala kekurangan 30 unit komputer yang bisa memenuhi syarat teknis pelaksanaannya.

Sedangkan yang kini tersedia 130 unit, padahal jumlah peserta UNBK mencapai 394 siswa yang akan memenuhi empat ruangan, sehingga mendesak segera bisa terpenuhinya kekurangan 30 unit komputer tersebut, ungkap Kepala SMPN itu, H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (03/04-2017).

Bupati Rudy Gunawan antara lain Didampingi Ahmad Gunawan Tinjau Penyelenggaraan UNBK SMPN 1 Garut Tahun 2016 Silam.
Bupati Rudy Gunawan antara lain Didampingi Ahmad Gunawan Tinjau Penyelenggaraan UNBK SMPN 1 Garut Tahun 2016 Silam.

Mendesak segera terpenuhinya kekurangan 30 unit komputer ini, lantaran perlu segera pula dilaksanakan pengecekan pada masing-masing unitnya agar dapat dimanfaatkan maksimal dalam penyelenggaraan UNBK, imbuhnya.

Dikemukakan H. Ahmad Gunawan, jauh sebelumnya seluruh proses “Penerimaan Peserta Didik Baru” (PPDB) tahun pelajaran 2016 – 2017 di lingkungan lembaga pendidikannya berlangsung kondusif, juga steril, dengan 400 murid baru kelas VII pada sepuluh rombongan belajar.

Sedangkan kondusif dan strilnya seluruh proses PPDB tahun pelajaran 2016-2017 ini, antara lain didukung komitmen bersama setiap seluruh pengelola sekolah melalui Tim Kelompok Kerja atawa Pokja PPDB, diketuai Sukiman Witono, M.Pd.

Sehingga pada proses PPDB 2017-2018 pun diupayakan maksimal berlangsung kondusif juga steril, imbuh Ahmad Gunawan, mengingatkan.

Kampus SMPN 1 Garut.
Kampus SMPN 1 Garut.

Bupati Garut, Rudy Arifin ketika meninjau penyelenggaraan UNBK SMPN 1 tahun lalu (2016), antara lain mendapat keluhan orang tua murid mengenai meski penyelenggaraan UNBK dinilai memiliki tingkat kejujuran lebih tinggi dibandingkan pelaksanaan UN secara manual.

Namun tak mustahil hasil para peserta UN manual lebih bagus dibandingkan peserta UNBK, sehingga nilai ebtanas murni atawa NEM peserta UN manual bisa jauh mengalahkan peserta UNBK.

Sedangkan jika persyaratan memasuki SMA Negeri masih menggunakan NEM, maka tak mustahil pula banyak peserta UN manual yang justru bisa diterima daripada peserta UNBK.

Bupati juga mendapat keluhan kekurangan komputer, sehingga berjanji segera memenuhinya, namun hingga kini masih belum terealisasi.

 

*********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here