UNBK SMPN 1 Garut Kota Raih Terbaik Ketiga Jabar

0
292 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 02/06 – 2016 ).

Kepala SMPN 1 Garut Didampingi Jonni Juandhi.
Kepala SMPN 1 Garut Didampingi Jonni Juandhi.

Pada penyelenggaraan “Ujian Nasional Berbasis Komputer” (UNBK) SMPN 1 Garut Kota tahun 2016 ini, yang diikuti 356 murid kelas 12. Berhasil meraih predikat  terbaik ketiga se Provinsi Jawa Barat.

Sehingga Kepala Disdik kabupaten setempat H. Mahmud, M.Pd menilai eksistensi SMPN 1 Garut selama ini sebagai gudangnya prestasi, bahkan dia berpendapat lembaga pendidikan tersebut juga merupakan sekolah unggulan.

Kepala SMPN 1 Garut, H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH mengemukakan tahun ini penyelenggaraan UNBK berlangsung pada tiga ruangan kelas dengan kelengkapan 120 unit komputer, serta 12 unit komputer cadangan.

Kepala SMPN 1 Garut Kota, H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH
Kepala SMPN 1 Garut Kota, H. Ahmad Gunawan, BA, S.IP, MH

Namun pada penyelenggaraan UNBK tahun mendatang, bakal berlangsung pada empat ruangan kelas. maka diperlukan 160 unit komputer serta 16 unit komputer cadangan.

Pekerjaan rumah lembaga sekolah pun dipastikan bertambah berat, lantaran selain harus bisa menyiapkan ragam sarana penunjang UNBK. Juga menyiapkan prestasi belajar murid agar pada pelaksanaan UNBK tahun depan SMPN 1 Garut bisa meraih predikat terbaik pertama se Provinsi Jawa Barat.

Kepala Sekolah Ahmad Gunawan didampingi Humas SMPN 1 Garut Jonni Juandhi kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (02/06-2016) juga katakan, persiapan meraih prestasi akademik siswanya di antaranya menyelenggarakan proses pembelajaran tambahan.

Pembelajaran tambahan itu, selain dilaksanakan sejak dua atau tiga bulan menjelang UNBK, juga kegiatan pemantapan pun berlangsung dua hingga tiga kali setiap pekan. Bahkan diupayakan terdapat penambahan selama satu jam pelajaran setiap hari dimulai murid memasuki kelas tujuh hingga kelas sembilan.

Khususnya berlangsung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta mata pelajaran “Ilmu Pengetahuan Alam” (IPA), ungkap Ahmad Gunawan serta Jonni Juandhi.

Malahan praktek mata pelajaran Agama Islam pun mendapat prioritas, antara lain Shalat Jum’at bersama, juga bimbingan keagamaan bagi pelajar putri melalui program keputrian.

Sedangkan materi yang disajikan, keteladanan, budi pekerti terpuji, pembentukan karakter, termasuk berbaris di depan kelas sebelum memulai belajar dengan bimbingan memasuki ruang kelas dengan tertib, berdo’a bersama, membaca ayat suci Al Qur’an dilengkapi pembacaan terjemahannya.

Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penyajian pesan-pesan moral, berlangsung selama 15 menit sebelum dimulainya proses belajar mengajar, sehingga tepat pukul 07.00 bisa dimulai proses belajar mengajarnya.

Setiap seluruh murid juga mendapatkan “buku panduan saku” peserta didik SMPN 1 Garut Kota, yang kini gencar disosialisasikan berisikan tata tertib serta peraturan sekolah yang wajib dipatuhi.

Aspirasi orang tua murid pun diserap guna melengkapi isi buku panduan tersebut, termasuk larangan keras membawa telepon genggam sejenis android, guna memaksimalkan program sekolah yang sudah ada agar sekolah ini bisa lebih maju dan terus berkembang.

Sekolah yang identik dengan akselerasi ini, juga harus bebas dari pungutan liar khususnya pada proses penerimaan murid baru, agar tak memberatkan orang tua, serta tak merusak citra sekolah.

“Pungli diharamkan di sekolah ini,” tandas Ahmad Gunawan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here