UNBK SMP Menyeluruh di Garut, Ibarat Pungguk Rindukan Rembulan

0
14 views
Bupati Rudy Gunawan antara lain Didampingi Ahmad Gunawan Tinjau Penyelenggaraan UNBK SMPN 1 Garut Tahun 2016 Silam.

“Bila Bulan Bisa Ngomong, Pasti Bilang Elu Bohong”

Garut News ( Senin, 12/02 – 2018 ).

Bupati Rudy Gunawan antara lain Didampingi Ahmad Gunawan Tinjau Penyelenggaraan UNBK SMPN 1 Garut Tahun 2016 Silam.

Obsesi bahkan ambisi Pemkab Garut bisa menyelenggarakan “Ujian Nasional Berbasis Komputer” (UNBK) tingkat SMP secara menyeluruh pada 2018 ini, ibarat pungguk merindukan rembulan. Lantaran dipastikan tak bakal terealisasi.

Sedangkan penyebabnya, antara lain anggaran lebih banyak terserap pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan ‘Pemilihan Kepala Daerah’ (Pilkada) Serentak 2018 daripada pemenuhan kebutuhan sarana prasarana penunjang UNBK yakni komputer, akses jaringan, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten setempat Totong katakan, semula Pemkab Garut berencana membeli komputer untuk membantu pelaksanaan UNBK di SMP. Namun, rencana tersebut batal sebab anggaran pada 2018 ini banyak terserap keperluan Pilkada.

Usulan bantuan komputer diajukan Pemkab Garut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun, masih belum mendapatkan respon.

“Diperlukan 10.000 komputer agar semua SMP (di Garut) bisa melaksanakan UNBK. Ke Kemendikbud sudah diusulkan bantuan komputer, tetapi belum ada perkembangan. Termasuk ke Pemprov Jabar juga, belum ada tanggapan,” ungkap, Ahad (11/2/18).

Dikemukakan, selain kekurangan jumlah komputer, pelaksanaan UNBK SMP di Garut juga terkendala akses jaringan, dan kesiapan SDM.

Namun demikian, kata Totong, keikutsertaan siswa SMP mengikuti UNBK SMP di Garut pada tahun sekarang terdapat peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2017 lalu, UNBK hanya diikuti sekitar tiga persen dari sekitar 71.000 siswa tersebar di 374 SMP/MTs. Namun tahun 2018 ini meningkat menjadi 14 persen,” katanya.

Atas kegagalan Garut melaksanakan UNBK tingkat SMP secara keseluruhan bagi siswa SMP/MTs tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan pun merasa kecewa. Meski hal itu juga disebutnya sebagai kesalahannya.

“Itu memang kesalahan saya. Waktu itu dikirain sudah dianggarkan, tetapi ternyata tidak oleh Disdik-nya. Maka saya meminta bantuan ke Pusat, tetapi sampai sekarang belum juga turun,” katanya pula.

Dikatan, meskipun sebagian anggaran tahun ini diperuntukkan bagi kebutuhan pelaksanaan Pilkada, namun bisa saja sebagian anggaran lainnya dialokasikan untuk penyediaan komputer.

“Tahun ini Kabupaten Garut megeluarkan dana sekitar Rp85 miliar lebih untuk Pilkada, termasuk untuk pengamanan, Panwaslu, dan lain lain. Untuk komputer itu dianggarkan, tetapi setelah dicek, tidak ada. Saya juga heran, kenapa ini bisa terjadi? Biarlah, saya yang salah,” kata dia.

********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.