UMK Garut 2019 Diusulkan Meningkat Rp134.355,03

0
67 views
Ilustrasi. Pekerja Serabutan.

Garut News ( Rabu, 14/11 – 2018 ).

Ilustrasi. Kaum Ibu Pekerja Serabutan.

Besaran “Upah Minimum Kabupaten” (UMK) Garut pada 2019 mendatang diusulkan mengalami kenaikan menjadi Rp1.807.303. Atau naik Rp134.355,03 dari tahun sebelumnya Rp1.672.947,97. Namun belum final, kini masih dibahas bersama Apindo, Dewan Pengupahan, akademisi, dan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten setempat Rd Tedi katakan, pembahasan perubahan besaran tersebut ditargetkan tuntas 21 November 2018 kemudian diusulkan ke Gubernur Jabar agar ditetapkan mulai Januari 2019.

“Ini sudah beberapa kali dibahas bersama Apindo, Dewan Pengupahan, akademisi, dan lainnya,” katanya, Rabu (14/11/2018).

Dikemukakan, pengupahan tenaga kerja di kabupatennya ada yang melebihi UMK namun tak sedikit pula masih di bawah UMK. UMK juga diterapkan bagi karyawan tetap.

“Kalau yang musiman, UMK itu tak diberlakukan. Seperti di toko toko. Itu kerja musiman. Bukan pekerja tetap. Termasuk pabrik-pabrik,” katanya pula.

Meski demikian, pada sejumlah toko seperti mall-mall, atau pabrik-pabrik besar di Garut dengan kepemilikan modal asing, UMK diberlakukan.

“Perlu diketahui juga, pembayaran UMK itu terus diawasi. Karena jika tenaga kerja harus mendapatkan UMK, tetapi perusahaanya tak melakukannya maka perusahaan itu akan mendapatkan teguran,” kata dia.

Sebelumnya dalam aksi Hari Buruh Internasional ‘May Day’ 2018 di Kabupaten Garut pada 1 Mei 2018 di Lapang Sarana Olah Raga Ciateul Tarogong Kidul, Ketua Aliansi Buruh Garut Indra Kurniawan mengklaim sekitar 60 persen pengusaha di Garut secara normatif masih belum memenuhi hak dasar buruh. Kewajiban membayarkan gaji karyawan pun masih di bawah UMK.

UMK Garut 2018 Rp1.672.947,97 dinilai masih di bawah UMK Kabupaten Tasikmalaya mencapai Rp1.920.937,99, dan hanya sedikit di atas UMK Kabupaten Ciamis mencapai Rp1.604.334,37.

Besaran UMK Garut menduduki peringkat keempat dari bawah dari 27 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat. Sedangkan UMK 2018 tertinggi di Jawa Barat terdapat di Kabupaten Karawang mencapai Rp3.919.291, dan UMK terendah di Kabupaten Pangandaran hanya Rp1.558.793.

*******
NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here