UMK Garut 2018 Direkomendasikan Rp1.672.948

by
Tistis N. Ulfa.

“Honorarium Non PNS/ASN Rp400 Ribu atau Dibawah Penghasilan PRT”

Garut News ( Rabu, 15/11 – 2017 ).

Tistis N. Ulfa.

*********** “Upah Minimum Kabupaten” (UMK) Garut pada 2018 mendatang direkomnendasikan Rp1.672.948 atau meningkat 8,71 persen (Rp134.039) dibandingkan UMK 2017 ini Rp1.538.909.

UMK 2018 diagendakan penetapannya oleh Gubernur pada 21 November 2017.

Kepala Seksi Kelembagaan, Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten setempat, Tistis N Ulfa, S.Sos, M.Si katakan direkomendasikannya peningkatan 8,71 persen pada UMK 2018 tersebut, berdasar hasil penjumlahan inflasi (3,72) dengan PDRB (4,99) secara nasional per triwulan tiga semester dua 2017.

Sedangkan “Kebutuhan Hidup Layak” (KHL) 2017 di kabupatennya Rp1.647.739 dalam pada itu UMK Garut 2017 Rp1.538.909 yang ternyata hanya sekitar 40 persen dari sekitar 707 perusahaan yang bisa memenuhinya akibat sebagian besar berkondisi menengah ke kebawah, katanya kepada Garut News, Rabu (15/11-2017).

Sehingga diprediksi pada 2018 mendatang pun, tak jauh beda jumlah perusahaan yang bisa memenuhi UMK 2018, padahal “Upah Minimum Provinsi” (UMP) Jabar 2018 Rp1.544.360,67

“Sedangkan Honorarium Pegawai Non PNS/ASN Masih Rp400 Ribu”

Sumber sumber informasi lainnya mengemukakan prihatin, lantaran hingga kini honorarium pegawai berstatus non PNS/Aparatur Sipil Negara khususnya di lingkungan Pemkab/Setda Garut hanya Rp400 ribu per bulan, atau terjadi kesenjangan sangat mencolok dibandingkan dengan UMK setempat.

Bahkan honorarium Rp400 ribu tersebut, jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan yang bisa diperoleh banyak pembantu rumah tangga setiap bulannya, meski para pembantu rumah tangga itu pun hingga kini sama sekali tak mendapatkan ketentuan standar UMK, mereka diterlantarkan pemerintah kendati juga membantu dalam penyerapan tenaga kerja, maupun mengurangi jumlah pengangguran.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.