UDD Garut Mendesak Perlukan Sarana Pendukung Operasional

Garut News ( Jum’at, 05/08 – 2014 ).

Drs H. Rachmat Widjaya.
Drs H. Rachmat Widjaya.

“Unit Donor Darah” (UDD) “Palang Merah Indonesia” (PMI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini sangat mendesak perlukan sarana pendukung operasional.

Kepala UDD PMI setempat, Drs H. Rachmat Widjaya kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (05/09-2014) katakan, beragam sarana pendukung kian mendesak dipenuhi tersebut, berupa sarana mobilitas.

Kemudian penambahan tenaga atawa personil, serta perlu segera diselenggarakannya rehabilitasi komplek bangunan UDD.

Lantaran, guna memenuhi kinerja operasional dua tim diperlukan sedikitnya sepuluh personil, sedangkan selama ini hanya terdapat sepuluh personil.

Penderita Thalasaemia Berusia Lima Tahun Ini, Setiap Bulan Perlukan Pasokan Donor Darah.
Penderita Thalasaemia Berusia Lima Tahun Ini, Setiap Bulan Perlukan Pasokan Donor Darah.

Disusul kondisi laboratorium tersedia selama ini hanya berukuran 15 m2, padahal sangat diperlukan luas bangunan laboratorium 30 m2.

Diharapkan, apresiasi positip dan janji Bupati Rudy Gunawan saat meninjau UDD PMI, bisa terrealisasi pada 2015 mendatang.

Kondisi Laboratorium UDD PMI Garut, Berkondisi Sangat Sempit.
Kondisi Laboratorium UDD PMI Garut, Berkondisi Sangat Sempit.

Sebab, UDD PMI Garut saat ini semakin gencar memprogramkan membuka jejaring sosialisasi dan jasa pelayanan, ungkap Rachmat Widjaya.

Dikemukakan, terus dikembangkannya pola menjemput bola, didukung setiap seluruh SKPD di lingkungan Pemkab/Setda Garut.

Diselenggarakan pula kegiatan pada event-event penting, dan prospektif di luar Kabupaten Garut, seperti di Karawang maupun Bekasi.

Agar UDD PMI Garut, senantiasa bisa memberikan jasa layanan pemenuhan atawa pemberian kebutuhan darah bagi penderita thalasaemia, pasien menjalani operasi, ibu-ibu bersalin, serta pemberian kebutuhan darah bagi tindakan lain.

Di Kabupaten Garut, setiap bulan rata-rata memerlukan 1.400 labu darah, sedangkan yang tersedia rata-rata setiap bulannya hanya 800 labu darah.

Sehingga upaya memenuhi kekurangannya, diselenggarakan jejaring dengan PMI Kota Bandung.

Selain itu, juga antara lain dipenuhi melalui droping, dan berdasar permintaan individual, ujar Rachmat Widjaya.

widjaya4Diperoleh informasi, selama ini APBD Kabupaten Garut hanya mengalokasikan dana bantuan bagi PMI setempat Rp50 juta setiap tahun.

Sedangkan pada UDD PMI kabupaten setempat, selama ini pula masih belum pernah mendapat alokasi bantuan bersumber APBD tersebut, setiap tahunnya.

 

 

*******

Esay/ Foto :

 

John Doddy Hidayat.

Related posts