UAS: Pilih Pemimpin yang Menolong Agama dan Ulama

0
24 views
Ustaz Abdul Somad (Foto: Republika/Putra M. Akbar).

Kamis 21 Juni 2018 15:04 WIB
Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

“UAS mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak”

Ustaz Abdul Somad. (Foto: Republika/Putra M. Akbar).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramahnya di hadapan ribuan warga Kota Padang di Masjid Raya Sumatra Barat, Kamis (21/6). Dalam tabligh akbar dengan tema “Membangun Ukhuwah di Tahun Politik” tersebut, UAS mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak pada 2018 dan 2019 serta pilpres 2019 nanti.

UAS menyampaikan bahwa suara umat Islam saat ini sedang diincar oleh pihak-pihak yang tentunya ingin meraih kemenangan dalam pesta demokrasi karena besarnya potensi suara yang disumbangkan umat Islam. UAS mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya agar siapa pun pemimpinnya nanti benar-benar yang mampu memperjuangkan agama Islam.

“Pakai suaramu untuk memilih sosok (pemimpin) yang menolong agama, menolong ulama. Jangan sampai suara orang Islam mubazir. Golput berarti berkhianat karena bisa menang orang yang tak dipilih karena kurangnya suara umat Muslim,” kata ustaz yang berasal dari Riau tersebut dalam ceramahnya, Kamis (21/6).

Ustaz Abdul Somad juga sempat menyingung pihak-pihak yang kini kerap “keluar-masuk” masjid demi mencari dukungan umat Islamn dalam tahun politik. Tak hanya itu, UAS juga menyayangkan adanya pemikiran bahwa politik tak pantas dibahas di dalam masjid.

“Namun, dekat-dekat tahun politik aneh bin ajaib ada yang bilang jangan bawa Islam dalam politik, jangan bawa-bawa masjid dalam politik. Namun, ‘dia’ masuk-keluar masjid, pakai peci ustaz,” kata UAS.

Ustaz Abdul Somad mengingatkan masyarakat agar tak terpengaruh politik uang dan politik yang memanfaatkan iming-iming dalam bentuk selain uang. Ia mengajak umat Muslim benar-benar memilih pemimpin yang selalu ingat terhadap agama dan ulama serta mengutamakan kepentingan rakyat.

“Ada yang bagi-bagi jilbab atau barang lainnya. Tahun pertama dia akan balik modal, tahun kedua main proyek, tahun ketiga akan kampanye untuk periode berikutnya. Saya tidak ada sebut nama orang, nama partai, nama warna, saya hanya sebut sifat saja. Jamaah sudah cerdas,” katanya.

*******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here