TWA Talaga Bodas Gunungapi Papandayan Mendesak Dipoles

0
49 views

Garut News ( Selasa, 28/10 – 2014 ).

Toni Ramdhani.
Toni Ramdhani.

“Taman Wisata Alam” (TWA) seputar Kawah Talaga Bodas, serta Gunungapi Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kian mendesak segera mendapatkan beragam polesan atawa penataan ulang.

Termasuk identifikasi lintasan alternatif lainnya bagi kalangan wisatawan maupun pengunjung hendak mendirikan perkemahan, agar tak mengusik ekosistem “Cagar Alam” (CA) sekitarnya.

Kolam Talaga Bodas.
Kolam Talaga Bodas.

“Sehingga selain diperlukan jalinan koordinasi yang ‘intens’ dengan Pemkab setempat, juga senantiasa membangun komunikasi dengan pelbagai elemen dan komponen masyarakat termasuk dengan para pemangku kewajiban,” ungkap Toni Ramdhani di ruang kerjanya, Selasa (28/10-2014).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada BBKSDA Jabar tersebut, kepada Garut News juga mengemukakan, pelbagai upaya segera dilakukan lantaran kedua TWA itu kudu ditunjang daya tampung serta daya dukungnya.

Di antaranya para pengunjung hendak berkemah di lokasi Pondok Saladah, direncanakan mereka tak melintasi bibir kaldera Gunungapi Papandayan.

Melainkan bisa melintasi jalur alternatif diluar radius satu kilometer lokasi perkawahan, demikian pula secara terjadwal bakal diprogramkan pembatasan pendirian perkemahan Pondok Saladah, katanya.

Gunungapi Papandayan.
Gunungapi Papandayan.

Bahkan direncanakan terdapat lintasan alternatif bagi kalangan petani dari Cileuleuy, yang selama ini kerap mmbawa produk pertanian mereka melintasi jalur seputar kaldera.

Sedangkan CA Tegal Alun hanya bisa dijamah kalangan terbatas yang hendak menyelenggarakan penelitian ilmiah, imbuh Toni Ramdhani, menyerukan.

Kemudian sentuhan lainnya pada TWA Talaga Bodas, antara lain rencana menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi, sehingga bisa terdapat Pos P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) lengkap dengan penyediaan sumber daya manusianya.

Kawah Gunungapi Papandayan, di antaranya Kawah Mas, Nangklak, serta Kawah Manuk terletak pada ketinggian 2.665 mdpl, bertipe gunungapi Strato tipe A.

Disusul TWA Kawah Talaga Bodas meski masih memiliki aktivitas vulkanik, tetapi selama ini dinilai tak membahayakan.

Kawasan ini, terbaring bisu pada areal sekitar 23,85 hektare berketinggian sekitar 1.512 mdpl, antara lain terdapat fasilitas kolam.

Ketua “Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara” (Yahintara), Ruli Oktavian, ST bersama seorang rekannya dari kalangan pecinta alam, katakan terdapat agenda perjalanan wisata “mapay” (selusuri) lintasan Gunung Talaga Bodas.

Juga beragam kegiatan bhakti sosial serta bedah sebuah rumah melibatkan gotong royong masyarakat, pada 8 – 9 Nopember 2014.

Ruli Oktavian katakan, antara lain sekitar 100 personil dari “Land Rover Club Bandung” (LRCB), bakal ikut serta pada seluruh rangkaian helatan tersebut.

Menyikapi agenda tersebut, Toni Ramdhani menyatakan apresiasi positip bahkan jika memungkinkan terdapat pula kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon.

Malahan bisa diselenggarakan pula bersih-bersih lingkungan, agar bebas sampah termasuk sampah plastik, sehingga tak justru ke gunung dan hutan malahan meninggalkan sampah, bebernya.

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here