TWA Gunungapi Papandayan Menjadi Mencekam Bahkan “Memalukan”

0
15 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 28/02 – 2015 ).

Kios Permanen Dibangun Pemprov Jabar, Menjadi Puing Lantaran Diranggas Api.
Kios Permanen Dibangun Pemprov Jabar, Menjadi Puing Lantaran Diranggas Api.

“Taman Wisata Alam” (TWA) Gunungapi Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini kondisinya menjadi mencekam, bahkan “memalukan”.

Lantaran selain palang pintu, atawa portal memasuki areal pelataran parkir gunungapi berkaldera terluas di Asia Tenggara tersebut, menjadi berantakan bekas aksi pengrusakan.

Juga seluruh kaca jendela pos penjagaan pembayaran tiket masuk, serta kaca-kaca jendela bangunan permanen untuk pertemuan petugas, sekarang sirna lantaran dipecahkan.

Miris, Memilukan Juga Memalukan.
Miris, Memilukan Juga Memalukan.

Bahkan nyaris setiap seluruh bangunan permanen kios, yang dibangun dan masih menjadi aset milik Pemprov Jabar, mengalami kerusakan berat akibat diduga kuat dibakar massa.

Banyak pengunjung termasuk wisatawan mancenegara, mengaku risi serta miris melihat kondisi itu. Aroma suasananya pun “mencekam”.

Bahkan sangat memalukan, mengapa peristiwa tersebut, bisa terjadi.

Meenjadi Puing Berserakan.
Meenjadi Puing Berserakan.

Menyusul meski TWA ini masih dinyatakan tertutup bagi para pengunjung sejak 2 Februari hingga 31 Maret 2015.

Namun pada rentang waktu tersebut, masih pula banyak berdatangan para pengunjung, menyusul larangan itu tak konsisten mendapat pengawalan atawa penjagaan aparat BKSDA.

“Panorama alamnya indah dan menakjubkan, kenapa ada banyak bangunan bekas terbakar api,” ungkap wisatawan asal Swedia, Hana di pelataran parkir TWA, Sabtu (28/02-2015).

Nyaris Menjadi Arang.
Nyaris Menjadi Arang.

Kepala Dinas “Kebudayaan dan Pariwisata” (Disbudpar) Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil pengusutan indikasi kasus pembakaran kios, yang dibangun Pemprov Jabar pada 1991-an.

Sebab menurut Maumeriadi, indikasi kasus tersebut kini proses pengusutannya dilakukan pihak BKSDA bersama aparat penegak hukum kabupaten setempat, katanya.

Menjadikan Suasana Mencekam.
Menjadikan Suasana Mencekam.

Menyusul dari sekitar sepuluh kios aset pemerintah itu, terindikasi kuat dibakar massa, Kamis sekitar tiga pekan lalu.

Namun akibat pembakaran ini, tak menyebabkan setiap seluruh unit kios rata dengan tanah, dan kini dikelilingi police line.

Mlenik juga katakan, sekitar sepuluh kios masih menjadi aset Pemprov Jabar, sehingga jika tuntas pengusutannya, barulah diagendakan langkah-langkah berikutnya.

Tak Ada Lagi Portal.
Tak Ada Lagi Portal.

Dengan harapan potensi wisata Gunungapi Papandayan, bisa tetap mewujudkan “multiplier effect” bagi pengembangan perekonomian masyarakat sekitarnya.

Meski selama ini, sama sekali tak bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah atawa PAD, sebab dana dari tiket masuk, sepenuhnya ditangani dan dikelola pihak BKSDA.

Upaya pendekatan menjalin kerjasama Pemkab dengan BKSDA pernah dilakukan, tetapi kandas dengan alibi dana tersebut disetorkan ke pusat, katanya pula.

Seluruh Kaca Jendela Bangunan Pertemuan Juga Dipecahkan.
Seluruh Kaca Jendela Bangunan Pertemuan Juga Dipecahkan.

Dalam pada itu, diprediksi kasus pembakaran ini kemungkinan dampak dilakukannya pembongkaran paksa oleh BKSDA, hanya pada sekitar 19 kios lainnya dinilai ilegal, meski jauh sebelumnya dibahas dan diawali surat resmi berupa peringatan dari BKSDA.

Namun meski hingga TWA Papandayan ditutup sejak 2 Februari hingga 31 Maret 2015, tak satu pun pemilik kios dinilai ilegal itu, melakukan pembongkaran sendiri.

Sehingga terpaksa dilakukan pembongkaran paksa, proses pembongkarannya dilakukan langsung masing-masing pemilik kios dinilai ilegal itu, disaksikan aparat BKSDA.

Banyak Didatangi Pengunjung, Sabtu (28/02-2015).
Banyak Didatangi Pengunjung, Sabtu (28/02-2015).

Bahkan pembongkaran pun, katanya bakal terus dilakukan hingga pada kios didirikan berdekatan dengan kaldera gunungapi. Serta dekat perkemahan di lokasi Pondok Saladah.

Berikut harga atawa tiket masuk TWA Papandayan, wisata nusantara hari biasa Rp5.000,- hari libur Rp7.500, wisata mancanegara hari biasa Rp100 ribu, hari libur Rp150 ribu, roda dua hari biasa Rp5.000,- hari libur Rp7.500,-

Inilah Pembangunan Sarana Kolam Renang, yang Dinilai "Ilegal".
Inilah Pembangunan Sarana Kolam Renang, yang Dinilai “Ilegal”.

Kemudian roda empat hari biasa Rp10 ribu, hari libur Rp15 ribu, sedangkan tiket masuk roda enam hari biasa Rp50 ribu, hari libur Rp75 ribu.

 

*********

Produksi :

Sabtu, 28/02-2015.