Tuntunan Merawat Jenazah (Habis)

Disadur  Oleh : Hj. Siti Rokayah

Garut News ( Senin, 06/01 – 2014 ).

illustrasi. (Ist)
illustrasi. (Ist)

Mengafani Jenazah

Menutup rapat tubuhnya dengan kain putih bersih secara tertib dan baik, siapkan perlengkapan diperlukan.

Bahan perpengkapan bagi jenazah.

1. Kain putih

Selebar lingkaran badan, atawa lebih panjang dari seluruh tubuhnya, tujuh utas tali dari sobekan kain putih, segitiga tutup kepala/rambut, sehelai tutup dada dengan berlubang pada bagian lehernya, sehelai tutup aurat dengan terlipat memanjang

Khusus jenazah wanita dilengkapi dengan :

  1. Kain basahan sebagai tutup bagian aurat bawah
  2. Mukena untuk rambut
  3. Baju, untuk penutup bagian dada dan lengan

Perhatian

illustrasi. (Ist)
illustrasi. (Ist)

Bahan perlengkapan kain putih, cukup sederhana, tak berlebihan jenisnya, demikian pula bagi jenazah wanita, kain basahan, baju, mukena sehari-hari dipakainya.

2. Kapas, terdiri 15 helai kapas sebesar telapak tangan, tujuh bulatan kecil penutup lubang

3. Serbuk kapur barus, cendana, dan sebagainya berfungsi pengharum.

Persiapan

Penataan bahan perlengkapan, sebagai pendahuluan mengafani

  1. Aturlah letak tujuh utas tali, kira-kira tempat, ujung kepala, leher, pinggang/pada lengan tangan, perut, lutut, pergelangan kaki, ujung kaki.
  2. Letakkan kain memanjang searah tubuhnya, serta melebar searah lingkaran badan dengan ditaburi serbuk kapur barus.
  3. Aturlah, dan letakkan sehelai tutup kepala/rambut
  4. Bentangkan tutup dada dengan masih terhampar ke atas
  5. Letakkan sehelai tutup aurat (semacam cawat), memanjang dan melebar ke bawah, dan merupakan kain lipatan
  6. Bagi wanita, aturlah mukena baju, dan kain basahan sesuai letaknya
Pola kain kafan, jenazah orang dewasa. (Illustrasi)
Pola kain kafan, jenazah orang dewasa. (Illustrasi)

Cara Pelaksanaan Mengafani Jenazah

  1. Letakkan jenazah membujur di atas kain kafan, berkeadaan tertutup selubung kain (jangan sampai jenazah telanjang terbuka)
  2. Tutuplah tujuh lubang, mata, telinga, hidung dan pusar dengan bulatan kapas kecil ditaburi serbuk kapur barus.
  3. Tutuplah lembaran kapas ditaburi serbuk kapur barus pada :
    1. Wajah/muka
    2. Leher kanan dan kiri
    3. Ketiak kanan dan kiri
    4. Lengan siku kanan dan kiri
    5. Di bawah, dan di atas pergelangan tangan
    6. Kedua lubah bawah
    7. Kedua lingkaran lutut
    8. Kedua pergelangan kaki
  4.  Bagi jenazah pria : tutupkan segitiga kain putih di bagian rambut kepala dengan ikatan pada jidat,  katupkan tutup dada melalui lubang pada lehernya, katupkan lipatan tutup cawatnya.

5.   Bagi jenazah Wanita : letakkan tiga pintalan rambut (bila ada) ke bawah belakang kepala, tutupkan kain  mukena pada rambut kepala, tutupkan belahan kain baju pada dada, lipatkan kain basahan melingkar badan perut dan auratnya, di atas penutup cawatnya

6.  Katupkan kain kafan, melingkar tubuhnya hingga rapat, tertib, menyeluruh hingga tiga lapis (meliputi       tutup rambut, dada, dan mukena)

Kain kafan, ditata/disiapkan. (Illustrasi)
Kain kafan, ditata/disiapkan. (Illustrasi)

Tuntunan memandikan jenazah ini.

Disampaikan sekaligus dipraktekan pada “Pelatihan Mubalighot ‘Aisyiyah Tingkat Kabupaten” di Pesantren Darul Arqam.

Cimaragas Garut, Ahad (29/12-2013) lalu.

 

*******

Editor : SB, JDH.

Related posts