Tunggakan Rastra Menggunung Terindikasi Akibat Kelemahan Pengawasan

0
227 views
Produk Beras Lokal Garut Kerap Surplus, Namun Penerima Rastra Juga Berjimbun.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/09 – 2017 ).

Produk Beras Lokal Garut Kerap Surplus, Namun Penerima Rastra Juga Berjimbun.

Meski hingga 14 September 2017, realisasi program beras keluarga sejahtera (rastra) tersalurkan kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut mencapai 18.273.555 kilogram (kg). Atau 78,76 persen dari total pagu rastra untuk 171.870 KPM di Kabupaten Garut tahun 2017, yang mencapai 30.936.600 kg.

Namun dari 18.273.555 kg rastra tersalurkan tersebut, ternyata masih ada tunggakan pembayaran cukup besar ke Perum Bulog Subdivre Ciamis, mencapai Rp3.926.082.000. Sehingga masih terdapat pagu rastra belum tersalurkan hingga Desember 2017 mencapai 12.663.045 kg.

Ketua DPD Laskar Indonesia kabupaten setempat Dudi Supriyadi berpendapat, tingginya tunggakan pembayaran rastra itu akibat lemahnya kinerja Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Rastra kabupaten, khususnya dalam hal pengendalian pendistribusian rastra. Baik menyangkut ketepatan waktu, mutu, jumlah, sasaran maupun ketepatan administrasi.

“Tunggakan ini sebagian besar terjadi di tingkat pemerintahan desa setiap kecamatan. Padahal laporan kita terima dari masyarakat justeru masyarakat membayar lunas kepada pemerintah desa saat penyaluran rastra. Semestinya hal ini tak terjadi, jika pengendalian dan pengawasan dilakukan Tim Koordinasi Rastra berjalan dengan baik,” tandas Dudi, Rabu (27/09-2017).

Bagian Perekonomian Setda Garut pun, ungkapnya, sebagai salah satu anggota Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Rastra Kabupaten Garut terkesan lepas tangan atas menggunungnya tunggakan pembayaran rastra cukup besar tersebut.

“Saya konfirmasi ke Kepala Bagian Perekonomian terkait tunggakan rastra. Diakui tunggakannya mencapai Rp3,9 miliar lebih. Tetapi, masa penyelesaiannya cukup hanya melalui telepon ? Para kepala desa disuruh segera selesaikan tunggakan rastra tanpa mengambil langkah sigap turun langsung ke desa. Seolah dia tak paham tugas fungsinya selaku anggota Tim,” tegas Dudi pula.

Padahal, ungkapnya lagi, anggaran monitoring atau sosialisasi program rastra bersumber APBD Tahun Anggaran 2017 cukup besar, mencapai sekitar Rp300 juta.

Dudi juga menuding besarnya tunggakan pembayaran rastra itu, tak lepas dari akibat lemahnya Inspektorat Garut terkait tugas pengawasannya.

“kemudian, anggaran besar pengawasan ini ke mana larinya ? Semestinya Tim Koordinasi Rastra Pemkab segera melakukan langkah turun ke lapangan menyelesaikan penyaluran rastra masih meninggalkan tunggakan sedemikian besar ini. Agar diketahui persis apa penyebabnya,” imbuh Dudi.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Garut Aliyudin menilai adanya tunggakan atas penyaluran rastra itu terbilang wajar karena pola pembayaran atas penyaluran rastra dilakukan setelah barang/rastra diterima KPM. Apalagi penyaluran rastra tersebut masih berlangsung dalam satu tahun berjalan, atau belum mendekati akhir tahun.

“Sebelum Desember, tunggakan pastinya ada. Karena penyalurannya kan barang didrop dulu, baru kemudian bayarnya dari masyarakat,” katanya didampingi staf Hari.

Dia pun terkesan menghindar ketika ditanya seputar penyaluran rastra itu, dengan alibi pihaknya hanya memiliki kewenangan sebatas urusan administrasi. Sedangkan teknis penyaluran berikut pelbagai kendala dan kondisi terjadi di lapangan merupakan kewenangan pihak lain.

“Kalau ada laporan dari Bulog, misalnya tentang masih adanya tunggakan dari desa, baru kita sebagai tim mengingatkan satker-satker desa bersangkutan agar segera melunasi,” kata dia.

Juga anehnya, Aliyudin pun mengakui pihaknya menerima laporan perkembangan penyaluran rastra dari pihak Bulog atau Satker Rastra setiap awal bulan.

Sehingga mestinya, terjadi tunggakan pembayaran rastra tersebut terdeteksi sedini mungkin agar bisa cepat diselesaikan, dan tak terus membengkak mencapai miliaran rupiah.

*********

(NZ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here