You are here
Tuhan Itu Adil SENI BUDAYA 

Tuhan Itu Adil

Garut News ( Kamis, 05/12 ).

Ilustrasi, Indahnya Indonesia. (Foto: John).
Ilustrasi, Indahnya Indonesia. (Foto: John).

Mr. Moreatty.

Demikianlah di kawasan Baker Street biasa memanggilnya.

Dia seorang pekerja sebuah perusahaan garmen di kawasan pinggiran kota London tersebut.

Orangnya jangkung dan tegap sehingga terlihat benar keproposionalan antara tinggi. dan berat badannya.

Mukanya lancip khas orang Eropa berdahi agak menonjol dan mengkilat, menandakan orang cerdas atawa minimal orang mau berpikir panjang.

Mr. Moreatty seorang dinamis.

Dia senantiasa berprinsip setiap saat kudu terdapat perubahan lebih baik di dalam dirinya, dan kehidupannya.

Pun berkaitan dengan anak tunggalnya, John Moreatty Jr. baru berusia delapan tahun.

Mr. Moreatty menaruh harapan terhadapnya, semoga kelak anaknya itu bisa memiliki kehidupan lebih baik daripada dirinya.

Sebagai seorang dinamis berkapasitas ayah baik, Mr. Moreaty tidaklah lalai atas perkembangan pendidikan anaknya.

Dia membiasakan diri meluangkan waktu mendampingi John kecil belajar di sela-sela rutinitas pekerjaan.

Nampaknya kebiasaan Mr. Moreatty ini mampu memerlihatkan hasil, John Moreatty Jr.-pun tumbuh menjadi anak kuat,cerdas dan kritis.

Suatu sore, sepulang kerja, Mr. Moreatty membawa oleh-oleh untuk John kecil.

Dia membawakan John kecil satu set visual compact disk ( VCD) mengenai fenomena penciptaan alam semesta.

John kecil sangat senang, dia segera meminta sang ayah membuka, dan memainkannya di VCD player.

Setelah selesai membersihkan diri, Mr. Moreatty-pun menuruti keinginan anak tersayang.

Bersama sang anak, dia duduk di sofa sambil memerhatikan gambar di layar TV 25 inch milik keluarga mereka.

Sesekali memberikan penjelasan pada sang anak .

Inilah awal terbentuknya tata surya kita, John.

Kesemuanya berasal dari kabut terdiri dari berbagai unsur atawa zat , kata Mr. Moreatty ketika terlihat gumpalan awan di layar TV mereka.

Gumpalan kabut itu selanjutnya mengeras, dan terbentuklah sebuah benda padat sangat besar , lanjutnya.

Begitulah seterusnya, Mr. Moreatty turut memandu sang anak menikmati tontonan tersebut.

Ayah ., kenapa gumpalan tadi meledak, dan terbentuk benda-benda kecil mengelilinginya?

Benda-benda itu apa Yah? , tanya John kecil mulai kritis.

Benda-benda itulah disebut planet, sedangkan si besar dan bersinar di tengahnya itu disebut matahari, jawab Mr. Moreatty senang.

Ohh , Komentar john kecil sambil mengangguk tanda paham .

Ayah! Kenapa ada satu planet berbeda?

Planet itu kok berwarna hijau campur biru sendiri, sedangkan planet-planet lain kok abu-abu dan kelihatan gelap? lanjut John kecil dengan pertanyaannya polos.

Mr. Moreatty nampak semakin senang dengan sikap kritis sang anak.

Selanjutnya dia menjawab, Itulah salah satu tanda keadilan Tuhan John, planet beda itulah Bumi, planet kita tinggali ini.

Tuhan memang menjadikan bumi beda dengan planet lain.

Di bumi ada udara dan air, sedangkan di planet lain tidak.

Kenapa? karena Tuhan menjadikan bumi sebagai tempat hidup makhluk hidup ciptaannya termasuk manusia, sedang planet lain tidak .

Tuhan itu adil kan John? , sambung Mr. Moreatty dengan sebuah retoris.

John kecil mengangguk senang.

Seolah-olah dia mendapatkan sebuah pemahaman baru.

Sesi di dalam VCD mereka nikmati terus berlanjut.

Masing-masing bagian diterangkan dengan antusias oleh Mr. Moreatty.

Sampailah mereka pada bagian pembahasan tentang bumi.

Tiba-tiba John kecil bertanya, Ayah! Kenapa tiap-tiap permukaan bagian bumi juga beda?

Apakah ini juga tanda dari keadilan Tuhan, Yah? .

Ya.., kamu memang pintar John, jawab Mr. Moreatty sambil menyanjung sang anak.

Itu juga tanda keadilan Tuhan .

Coba kamu lihat bagian ini !!! , sambil membesarkan bagian gambar dimaksud, Ini adalah benua Eropa, benua kita tempati.

Benua ini kelihatan berwarna putih lantaran langka disinari matahari.

Namun benua Eropa ini kaya bahan tambang, dan kondisi perekonomiannya-pun maju, sehingga penduduknya pun tergolong kaya, dan makmur.

Setiap waktu tertentu, kita, warga benua Eropa hendaknya memang kudu pergi ke luar negeri sekedar melihat, dan berjemur matahari  ha..ha ha , katanya dengan nada bangga.

Itu tadi daerah mana Yah?

Kok kelihatan gersang dan berwarna merah, Tanya John kecil begitu layar TV menampilkan daerah Jazirah Arab.

Itu tadi daerah Arab John, daerah itu memang tandus, banyak gurun, tetapi di sana kaya bahan tambang terutama minyak bumi.

Orang-orang di daerah sanapun kuat-kuat.

Mereka memiliki fisik sangat baik.

Sehingga mereka bisa hidup di gurun Arab tersebut, kata Mr. Moreatty masih bernada senang, dan antusias menjawab pertanyaan sang anak.

John Moreatty Jr.-pun senang keterangan sang ayah.

Dia semakin tahu, dan paham banyak hal pada saat sore itu, pun termasuk pemahaman tentang keadilan Tuhan.

Dia semakin serius mengikuti bagian-bagian dari tayangan VCD hampir selesai.

Namun, pada saat layar TV menayangkan gambar gugusan pulau hijau dan indah, John kembali terusik bertanya.

Ayah ..!

Daerah manakah itu?

Kok pulaunya banyak dan semuanya hijau .. Indah lagi !!, ditambah kelihatannya pulau-pulau itu juga sangat subur, tak gersang.

Daerah mana sih Yah? , Tanya John kecil. Ohhh..kalo yang itu namanya Indonesia.

Sebuah negara kepulauan terbesar di dunia.

Ayah pernah kesana.

Di sana tanahnya subur tak seperti di daerah Arab gersang, selalu terkena sinar matahari, tak seperti di Eropa.

Di sana juga kaya bahan tambang seperti emas, minyak bumi, batu-bara.

Selain itu penduduk di sana juga baik-baik.

Mereka sangat ramah, cantik-cantik, kuat dan ganteng-ganteng, jawab Mr. Moreatty tak kalah semangat, lantaran dia memang pernah berkunjung ke daerah dimaksud.

Jawaban sang ayah membuat John terlihat berpikir.

Terlihat di wajahnya bahwa dia sedang kebingungan.

Ada apa John?

Negara itu memang sangat Indah.

Ayah janji, kalau kamu masih juara satu semester nanti, liburan musim semi tahun depan kita sekeluarga berkunjung ke Indonesia, kata Mr. Moreatty menyakinkan.

Setelah beberapa saat, akhirnya .. Tidak Ayah, aku bingung ! kok negara  Indonesia itu baik semua, tak ada kurang dari negara itu.

Tak seperti di daerah Eropa jarang mendapat sinar matahari, tak seperti daerah arab tandus, dan gersang.

Lalu dimana keadilan Tuhan di Negara itu Ayah? .

John merasa ada salah dengan jawaban sang ayah.

Mr. Moreatty kelihatan bingung menjawab : mungkin ..ee  mungkin, (masih berpikir dan kesulitan untuk mengeluarkan kata-kata).

Apa ayah?

Dimana letak keadilan Tuhan? ,Tanya John dengan penasaran.

“John, keadilan Tuhan di Negara Indonesia akan kamu lihat pada saat penduduk di Negara itu selalu kesulitan dalam menentukan, dan memilih pemimpin Negara yang baik dan berkualitas untuk memimpin negaranya., selama ini para diktaktor dan para idiotlah selalu ditempatkan Tuhan untuk memimpin negara itu, ya itulah (mungkin) keadilan Tuhan di negara itu John,” jawab Mr.Moreatty dengan nada ketakutan .

Takut kalo-kalo bakal dicekal oleh penguasa Negara tersebut.

Sudah tradisi. He he.

****** Pojok Humor/ SB, JDH.

Related posts

Leave a Comment