Transaksi Badani Merebak 129 Suami-Istri Didera Virus Mematikan

0
26 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 07/12 – 2015 ).

Tanggungjawab Bersama.
Tanggungjawab Bersama.

Terindikasi kuat kian merebak-maraknya titik lokasi serta aktivitas transaksi badani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadikan salah satu penyebab terdapatnya 129 suami dan istri di kabupaten tersebut, kini didera serangan virus mematikan.

Terdiri 91 suami-istri penderita AIDS, serta 38 suami-istri didera HIV. Mereka tersebar pada 12 wilayah kecamatan.

Pengelola program “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) kabupaten setempat, Gunturyana Hidayat, SE katakan dari 129 suami-istri penderita HIV/AIDS itu, 40 persen di antaranya tertular dari istri sedangkan 60 persen lainnya ditularkan dari suami.

Gunturyana Hidayat.
Gunturyana Hidayat.

Mereka tersebar di wilayah Kecamatan Malangbong, Kersamanah, Balubur Limbangan, Kadungora, Leles, Banyuresmi, Karangpawitan, Pameungpeuk, Garut Kota, Cikajang, Tarogong Kidul, serta pada wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.

Kondisi data base sangat memprihatinkan 129 suami-istri pengindap jenis penyakit itu, tercatat hingga akhir Nopember 2015. Sampai sekarang masih “intens” dilakukan upaya serius penanggulangannya, ungkap Gunturyana Hidayat kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (07/12-2015).

Menyikapi indikasi semakin merebak-maraknya titik lokasi transaksi badani, termasuk terdapat sinyalemen kerap berlangsung pada gedung baru komplek PKL yang belum sepenuhnya terpakai, Gunturyana Hidayat sangat mengharapkan kepedulian serta peran masyarakat sekitarnya ikut melakukan pencegahan, atau tak menutup diri.

Di Malam Hari Terindikasi Dijadikan Lokasi Transaksi Badani.
Di Malam Hari Terindikasi Dijadikan Lokasi Transaksi Badani.

Dia juga menyerukan agar pihak pengelola PKL, bisa melibatkan penduduk sekitarnya agar terdapat rasa memiliki yang tinggi, sehingga bisa berperan aktif menjaga lingkungannya dari ragam kemungkinan digunakan sebagai lokasi transaksi badani.

Dijelaskan, total penderita 437 kasus HIV/AIDS hingga akhir Nopember 2015 di wilayahnya tersebut, 184 kasus di antaranya akibat penasun atawa pengunaan jarum suntik narkoba tak steril terdiri 136 penderita AIDS, dan 48 didera HIV.

Disusul ¬†antara lain 26 kasus “lelaki seks lelaki” (LSL) meliputi sembilan AIDS, serta 17 HIV. Kemudian mendera 14 waria yang didera 10 kasus AIDS, dan empat penderita HIV, terdapat pula dua kasus AIDS diderita wanita penjaja seksual.

Lantai Atas Masih Kosong Para Pedagang.
Lantai Atas Masih Kosong Para Pedagang.

Kemudia HRM maupun kalangan pelanggan seksual terdapat 56 kasus terdiri 40 AIDS dan 16 HIV, sedangkan 15 kasus pada anak terdiri 10 didera AIDS, dan lima penderita HIV.

Hingga kini total yang meninggal dunia tercatat 161 penderita, sehingga masih menyisakan 276 kasus HIV/AIDS, demikian Gunturyana Hidayat.

**********