Tower “SUTT” Rubuh Diduga Akibat Skandal Pencurian

by

Garut News ( Kamis, 28/08 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sedikitnya 73ribu pelanggan di wilayah selatan Kabupaten Garut, juga sebagian pelanggan di Tasikmalaya, dan Cianjur mengalami pemadaman listrik lantaran sebuah tower PLN rubuh.

Tower A16 “Saluran Udara Tegangan Tinggi” (SUTT) 70 KV Sumadra-Pameungpeuk memasok kebutuhan listrik ke Gardu Induk (GI) Pameungpeuk itu, rubuh pada Rabu (27/08-2014) sekitar pukul 21.35 WIB.

Semula, peristiwa di Kampung Pasir Tongeret Desa Jayamekar Kecamatan Pakenjeng Selatan Kabupaten Garut tersebut, diduga terjadi akibat tertimpa pohon.

Tetapi, setelah tim dari PLN “Unit Pelayanan Jaringan” (UPJ) Garut melakukan investigasi lapangan, ternyata tower tersebut tumbang akibat terjadi upaya pencurian terhadap tiang-tiang besi sikunya.

Humas PLN UPJ Garut Wahyudin katakan, indikasi pencurian diketahui berdasar sejumlah barang bukti ditemukan saat melakukan investigasi lapangan.

Berupa 33 batang besi siku dibongkar terlepas dari bautnya, kunci pas/ring berukuran 24, dan 27, kunci inggris, dan gergaji besi di lokasi kejadian.

“Bahkan juga ditemukan jaket, jam tangan, dan sandal. Belakangan juga ada sebuah motor Honda bebek tak diketahui pemiliknya. Diduga barang-barang ini milik pelaku ditinggalkan sebab mereka terkejut dan takut diketahui towernya rubuh, menimbulkan suara dan percikan api,” kata Wahyudin, Kamis (28/08-2014).

Akibatnya, sekitar 239 gardu di Gardu Induk Pameungpeuk mengalami padam, serta 73 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Selain itu, juga menyebabkan PLN mengalami kerugian material hingga Rp1,5 miliar.

Itu baru dihitung berdasar kerusakan fisik tower-nya. Belum termasuk kerugian akibat tak terjualnya KWH listrik lantaran kejadian ini.

“Yang jelas, ada sekitar 17 Mega Watt tak terjual karena kejadian ini. Hingga siang tadi, baru sekitar 90% pelanggan listriknya bisa kembali menyala setelah listriknya dipasok dari penjulang lain,” ungkap Wahyudin.

Kasus dugaan pencurian besi siku tiang tower itu kini ditangani Kepolisian Resort Garut.

Dikemukakan, selain PLN Garut dan kepolisian, sejumlah pejabat PLN dari Bandung, Tasikmalaya, dan Cirebon pun sempat turun ke lokasi kejadian.

Kasus pencurian besi siku tower SUTT di Garut beberapa kali terjadi namun tak menjadikan padam listrik maupun tower rubuh.

Dia menilai kasus pencurian ini kasus terbesar.

“Kami mengimbau masyarakat agar turut serta menjaga keamanan terhadap fasilitas PLN agar terhindar dari hal tak diharapkan. Sehingga masyarakat juga tak serta merta menuding PLN atas sejumlah peristiwa menyebabkan padamnya listrik, seperti kejadian ini,” imbuhnya.

******

Noel, Jdh.