Tokoh Muhammadiyah Garut Didera Aksi Teror

0
33 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 12/05 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Salah seorang tokoh Muhammadiyah Garut, KH Aban Sobana diteror orang tak dikenal, Senin (09/05-2016) malam.

Menjadikan sejumlah penduduk dan simpatisan Muhammadiyah tampak berjaga-jaga pada seputar kediaman Aban di Kampung Cikancung Desa Mekarhurip Kecamatan Sukawening.

Aksi teror tersebut pun, nyaris menyulut kemarahan warga Muhammadiyah. Lantaran, isu beredar menyebutkan aksi teror itu terindikasi berbau SARA bahkan disertai perusakan terhadap Masjid al Muhajirin berikut sejumlah peralatan dan barang terdapat di dalamnya.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) 105 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Garut Agus Suhendar, katakan berdasar keterangan sejumlah saksi di lokasi, teror mendera keluarga Aban Sobana terjadi Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB, ketika penghuni rumah beristirahat.

Mereka terkejut saat terdengar suara kaca pecah. Ketika diperiksa, ternyata kaca bagian depan rumah berantakan akibat lemparan batu.

Di teras rumah pun ditemukan Alquran disobek-sobek. Sebagian sobekan lembaran Alquran ini berceceran di lantai dan sebagian besar lainnya tersimpan dalam sebuah kantong plastik.

Malahan sangat mengejutkan, ketika diperiksa, di antara sobekan Alquran terselip secarik kertas dengan tulisan menghina Muhammadiyah, dan FPI (Front Pembela Islam).

Keluarga Aban sempat diamankan ke Balai Desa Mekarhurip agar bisa tenang, dan terhindar dari beragam kemungkinan kejadian tak diharapkan.

Aparat pemerintahan desa setempat, sempat mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh lintas ormas memusyawarahkan kejadian itu.

“Semua sepakat agar kejadian ini diredam supaya tak berkembang liar. Apalagi belum diketahui motif sebenarnya di balik kejadian ini,” ungkap Agus, Rabu (11/05-2016).

Rekan Agus, Iskandar mengemukakan, pada saat peristiwa terjadi tak ada hal-hal mencurigakan. Seperti suara kendaraan bermotor sekitar lokasi kejadian.

Dia meminta warga tetap bisa menahan diri dan tetap tenang. Apalagi menurutnya kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

“Mudah-mudahan saja polisi bisa segera mengungkap masalah ini. Kita tunggu saja,” imbuhnya.

*******

( nz, jdh ).