TKS Honorer Dinilai Sebagai Kalangan Rentan Miskin

0
95 views
Penyerahan Santunan Dari Baznas Kabupaten Garut.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 16/11 – 2016 ).

Penyerahan Santunan  Dari Baznas Kabupaten Garut.
Penyerahan Santunan Dari Baznas Kabupaten Garut.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menyerahkan santunan terhadap 534 tenaga kerja sukarelawan (TKS) tersebar pada 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Garut, dan tenaga honorer Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten setempat, Rabu (16/11-2016).

Ketua Baznas Garut Rd Aas Kosasih katakan, para TKS dan honorer berhak mendapatkan santunan dana zakat karena mereka dinilai termasuk salah satu dari delapan asnaf (golongan) mustahik zakat. Meski memiliki pekerjaan, penghasilan yang mereka dapatkan dari pengabdiannya sebagai TKS maupun honorer hingga kini masih jauh dari mencukupi kebutuhan hidup. Sehingga mereka terbilang kalangan rentan miskin.

“TKS dan honorer ini sudah punya mata pencaharian, tetapi belum mencukupi. Rentan miskin. Maka perlu diintervensi,” imbuh Aas Kosasih.

Dikemukakan, santunan diberikan kepada para TKS dan honorer terutama berasal dari dana zakat, infaq, dan sadaqah terkumpul dari 15 SKPD Pemkab, dan Kemenag selama ini rutin melakukan pengumpulan dana zakat, infaq, dan sadaqahnya ke Baznas, katanya.

“Selama ini, dana zakat infaq dan sadaqah terkumpul dari Kemenag sekitar Rp76 juta per bulan, dan baru sekitar Rp8 juta per bulan dari Pemkab. Padahal potensi zakat di Garut sangat besar. Sehingga jika potensi zakat betul-betul tergali, pemberian santunan seperti ini bisa lebih luas lagi,” ungkap Aas.

Program dikelola Baznas tak hanya program konsumtif seperti pemberian santunan melainkan juga program produktif pemberdayaan ekonomi masyarakat (community development). Supaya kelak mustahik bisa berubah statusnya menjadi muzaki, dan muzaki bisa lebih banyak lagi menyisihkan kekayaannya sebagai wujud kesalehan sosial bukan hanya berupa zakat, tapi juga infaq, dan sadaqah.

Diharapkan, agar Bupati beserta jajaran PNS Pemkab terus mendorong para muzaki menyalurkan zakatnya melalui Baznas supaya potensi dana zakat di Garut tergali dan terkelola secara baik. Sehingga upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Garut juga bisa direalisasi.

Aas juga menargetkan ke depan, Baznas Garut bisa menghimpun dana zakat minimal Rp1 miliar per bulan.

Bupati Rudy Gunawan menyatakan apresiasinya. Dia pun menyatakan prihatin atas kondisi para TKS, dan honorer dinilainya lebih giat bekerja dibandingkan PNS, meski penghasilannya kalah jauh dibandingkan PNS.

“Saya prihatin dengan TKS ini. Kerjanya lebih getol daripada PNS-nya. Dan memang kemiskinan di Garut ini luar biasa. Rumah tak layak huni pun kini ada sekitar 100.000 unit. Ini mesti mendapatkan perhatian kita semua,” imbuhnya.

Pada acara dihadiri pengurus Baznas Jabar dan perwakilan sejumlah dinas/instansi itu, Rudy pun berkesempatan menyerahkan zakat penghasilannya ke Baznas. Disusul penyerahan zakat dilakukan Ketua Komisi D DPRD Garut Asep De Maman.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here