Tingginya Keinginan Penduduk Bertransmigrasi Terganjal Keterbatasan Kuota

0
69 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 24/03 – 2016 ).

Amir Sudrajat.
Amir Sudrajat.

– Keinginan penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi dengan bertransmigrasi, selama ini terbilang tinggi.

Tetapi terganjal kendala keterbatasan kuota.

Bahkan pemohon pada Dinsosnakertrans kabupaten setempat agar mereka bisa diikutkan program transmigrasi selalu membeludak setiap tahunnya. Jumlahnya mencapai lebih dari seratus pemohon. Namun penduduk berhasil diberangkatkan setiap tahun hanya segelintir lantaran minimnya kuota.

Berdasar catatan Disnakersostrans, Kabupaten Garut pernah memberangkatkan calon transmigran berjumlah lumayan banyak, mencapai 55 kepala keluarga (KK) pada 2012. Atawa mengalami kenaikan signifikan dibandingkan 2011 hanya mencapai 10 KK.

Kemudian belakangan, jumlah berhasil diberangkatkan melorot drastis. Lantaran terbatasnya kuota bertransmigran ditetapkan Pemerintah Pusat, dan Pemprov Jawa Barat.

Pada 2013, calon transmigran diberangkatkan hanya 20 KK. Maupun kembali menurun pada 2014 menjadi hanya lima KK. Pada 2015 lalu penduduk diberangkatkan kembali naik menjadi 20 KK.

“Pada 2014 itu juga sebenarnya kuotanya 10 KK, namun alhamdulillah ada 10 KK lagi bisa menyusul diberangkatkan,” ungkap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans, Amir Sudrajat, Jum’at (25/03-2016).

Dikatakan, mereka diberangkatkan ke Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan 10 KK, Bengkulu lima KK, dan Buton Utara lima KK.

“Untuk 2016 belum ada kepastian berapa kuota transmigran bagi Kabupaten Garut. Namun kalau melihat permohonan masuk ke dinas, jumlahnya di atas seratus untuk penempatan di enam kabupaten,” katanya.

Dia kembali mengingatkan, kunci utama keberhasilan para transmigran di daerah barunya itu, bukan terletak pada seberapa banyak fasilitas bantuan diberikan pemerintah, melainkan tingginya minat, motivasi, dan kemampuan dimiliki transmigran.

Dikemukakan pula, penduduk bisa mengikuti program transmigrasi merupakan warga miskin tak memiliki rumah dan lahan pribadi, berpendapatan sehari-sehari sekitar Rp20 ribu, bertempat tinggal menumpang pada orang lain, dengan KK berusia 50 tahun ke atas berjumlah jiwa bisa dibawa empat orang.

Pemohon juga menetap di Kabupaten Garut minimal selama dua tahun. Juga memiliki potensi, dan kemampuan, serta berijazah minimal SMP.

Sedangkan fasilitas diterima para transmigran antara lain dari pemerintah pusat berupa jaminan hidup selama satu tahun, dari Pemprov berupa bantuan perlengkapan kamar tidur, perlengkapan dapur, penerangan, serta dari Pemkab Garut berupa bantuan bibit pertanian tanaman kerja dan palawija, alat penerangan genset, dan perkakas pertanian. Termasuk gergaji mesin dan handsprier.

Ditambah sejumlah fasilitas modal di daerah penempatan berupa rumah tinggal tipe 36, tanah pekarangan seluas setengah hektare, lahan usaha I seluas 0,75 hektare, dan lahan usaha II seluas 1 hektare.

“Berminat transmigrasi bisa mendaftar langsung ke Dinsosnakertrans, atau pemerintah kecamatan dikoordinasikan dengan petugas Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda,” imbuh Amir pula.

*********

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here