Tinggi, Kenaikan Tarif Angkutan Penumpang Umum Garut

0
59 views
Penguji Periksa Dokumen Awak Bus AKAP di Terminal Guntur Garut, Selasa (12/07-2016).

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 12/06 – 2016 ).

Penguji Periksa Dokumen Awak Bus AKAP di Terminal Guntur Garut, Selasa (12/07-2016).
Penguji Periksa Dokumen Awak Bus AKAP di Terminal Guntur Garut, Selasa (12/07-2016).

Meski pemerintah tak lagi memberlakukan tuslah atawa kenaikan ongkos selama musim Lebaran Idul Fitri 1437/2016 ini, namun peningkatan tarif angkutan di Garut tetap berlangsung. bahkan kenaikan tarif angkutan penumpang umum ke wilayah selatan Garut mencapai seratus persen.

“Saya dipaksa membayar Rp150 ribu untuk tiga orang, saya, istri dan anak. Padahal normalnya sekitar Rp25 ribu per orang. Sehingga, sempet cekcok dulu,” ungkap Yogi Prayogi (54) asal Tangerang, penumpang elf jurusan Terminal Guntur – Singajaya, Senin (12/07-2016).

Korban lainnya, Nana Sutisna (39) asal Desa Nanjungjaya Banjarwangi mengaku, dimintai ongkos Rp60 ribu. Padahal tujuannya ke Banjarwangi, dan jarak Banjarwangi ke Singajaya masih dua puluh kilometer lagi.

Pemeriksaan Kondisi Fisik Kendaraan.
Pemeriksaan Kondisi Fisik Kendaraan.

“Saya sempat menyarankan kernet agar tak seenaknya menaikkan ongkos. Kan tak semua penumpang itu kaya. Mudik juga memaksakan diri, bukan karena punya banyak duit. Tetapi tetap saja ongkos ditarik segitu,” kata Nana dengan kesal.

Dikatakan, ongkos Terminal Guntur Garut-Banjarwangi biasanya hanya Rp20 ribu per orang. Kalaupun sedang ramai, ongkos hanya naik menjadi sekitar Rp25 ribu per orang.

Kenaikan tarif juga dilakukan awak angkutan dalam kota, dan bus antarkabupaten. Seperti dialami Enin Rosmawati, penduduk Kampung Paradiso Ciwalen Garut Kota. Dia terpaksa membayar ongkos Rp42.500 dari Cianjur ke Garut dari tarif normal biasanya hanya Rp35 ribu. Hal sama juga dialami Mamah Fadil, warga Perum Bumi Cempaka Indah Kecamatan Karangpawitan.

“Lebaran hari kedua saya bayar ongkos Rp75 ribu dari Cianjur ke Garut,” keluhnya.

Terminal Guntur Garut.
Terminal Guntur Garut.

Sedangkan Indri (34), warga Pataruman Tarogong Kidul menyebutkan, dirinya membayar ongkos Rp50 ribu dari Tasikmalaya ke Garut. Padahal normalnya hanya Rp25 ribu.

“Lebaran tahun kemarin, ongkosnya Rp40 ribu. Tapi sekarang Rp50 ribu,”¬†katanya.

Seorang kernet angkutan penumpang umum Elf jurusan Terminal Guntur Garut-Bandung, Wahyu mengaku terpaksa menaikkan tarif untuk menutupi setoran ke pengusaha lantaran terhambat macet di perjalanan.

“Biasanya saya ke Bandung sampai dua rit. namun sekarang satu rit juga susah sebab macet. Maka, menutupi setoran, terpaksa ongkos dinaikkan. Tetapi enggak semua penumpang ditarik ongkos Rp50 ribu. Banyak juga bayar hanya Rp30 ribu per orang,” kilah pria asal Cikajang tersebut.

Menara Pengawas Terminal Guntur.
Menara Pengawas Terminal Guntur.

Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan kabupaten setempat, Deni Desta menegaskan tak ada kebijakan tuslah Lebaran.

Itu berdasar Surat Edaran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Nomor 551/719.

Yang menyebutkan, Angkutan Kota Dalam Provinsi tak ada kenaikan karena sudah ada tarif batas atas dan tarif batas bawah.

“Biasanya diambil tarif batas atasnya yakni per kilometer. Batas atas AKAP Rp155 per km, dan batas bawah Rp95 per km. Sedangkan tarif Batas Atas AKDP Rp263,54 per km, dan batas bawah Rp162,18 per km,” katanya.

Tumpukan Calon Penumpang Jurusan Lebak Bulus, di Terminal Guntur Garut.
Tumpukan Calon Penumpang Jurusan Lebak Bulus, di Terminal Guntur Garut.

Pihaknya mengaku tak segan-segan memberikan sanksi kepada pihak angkutan menaikkan tarif angkutan di luar batas ketentuan tersebut.

“Kalau ada menaikkan tarif seenaknya, tolong ajukan, kami menindaknya,” katanya pula.

 

 

********

 

( nz, jdh ).