Tiga Permasalahan Kesehatan Masih Membelenggu Kabupaten Garut

Garut News ( Sabtu, 05/04 – 2014 ).

Helmi Budiman.
Helmi Budiman.

Wakil Bupati, dr H. Helmi Budiman mengingatkan, hingga kini terdapat tiga permasalahan kesehatan masih membelenggu Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sehingga guna meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan indek kesehatan di daerah ini, diperlukan upaya bersama menanggulangi ketiga permasalahan tersebut, katanya ketika meresmikan beroperasinya “Klinik Mitra Utama” di Jalan Pembangunan Garut, Sabtu (05/04-2014).

dr Hj. Yati Maryati, MM.
dr Hj. Yati Maryati, MM.

Dikemukakan Helmi Budiman, ketiga permasalahan itu, terdiri Keterbatasan atawa tak memadainya sumber daya manusia (SDM), juga sarana kesehatan.

Serta keterbatasan, atawa tak memadainya kondisi infrstruktur, katanya pula.

Terkait kondisi SDM, dikatakan wakil bupati, sekurangnya diperlukan 1.500 tenaga medis dan para medis, termasuk kualitas keterampilannya kudu memadai.

Kemudian sarana kesehatan, dari sekitar 2,6 juta penduduk kabupaten ini, diperlukan pula kapasitas rumah sakit memiliki sekurangnya 2.600 tempat tidur.

Foto Bersama.
Foto Bersama.

Tetapi dimiliki Kabupaten Garut saat ini, sekitar 1.200 tempat tidur dari seluruh kapasitas sarana jasa layanan kesehatan daerah ini.

Sedangkan kondisi infrastruktur, meski diluar ranah kewenangan institusi kesehatan, tetapi masih memprihatinkan.

Di antaranya sarana jalan dan jembatan di daerah-daerah terpencil, atawa pedesaan kawasan Garut Selatan.

Karena itu, Helmi Budiman menyampaikan apresiasi sangat positip terhadap keberadaan Klinik Mitra Utama, guna bersama-sama meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat, ujarnya antara lain.

Penanggungjawab/Direktur Klinik Mitra Utama, dr Hj. Yati Maryati, MM kepada Garut News katakan, jasa layanan kesehatannya antara lain bervisikan “Menuju Masyarakat Sehat”.

Klinik Mitra Utama.
Klinik Mitra Utama.

Lantaran, kata dia, membangun itu kudu diawali kondisi fisik yang sehat, jika memang berkeinginan maju dan berkembang.

Sehingga sarana jasa layanan kesehatan ini, dilengkapi sekurangnya lima dokter termasuk dokter spesialis, empat analis, dua asisten apoteker, dua tenaga administrasi, dua perawat, dua tenaga kebersihan, serta personil pengamanan.

U. Basuki Eko, SH, MH
U. Basuki Eko, SH, MH

Bertahap dan terukur juga bakal dilengkapi sarana pengobatan gigi, serta jalinan kerjasama dengan perusahaan asuransi kesehatan.

Karena itu, jika tuntas disepakati nota kesepahaman kerjasama atawa MoU dengan PT. Askes, maka bisa dimulai jasa layanan asuransi kesehatan (BPJS), juga antara lain ungkap Yati Maryati.

Antara lain dihadiri Kabag Informatika setda setempat, Usep Basuki Eko, serta para undangan lainnya.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment