Tiga Oknum Wartawan Tipikor Nyaris Babak Belur

“Lantaran Diduga Kuat Lakukan Pemerasan”

Garut News ( Jum’at, 21/02 – 2014 ).

Ilustrasi. Foto : John Doddy Hidayat.
Ilustrasi. Foto : John Doddy Hidayat.
Lantaran diduga memeras sejumlah kepala sekolah di wilayah Kecamatan Wanaraja, Garut, dan sekitarnya, tiga oknum wartawan koran dua mingguan terbitan Bandung nyaris babak belur dihajar massa.

Beruntung aksi main hakim sendiri itu bisa dicegah polisi langsung menangkap, dan menggelandang ketiga oknum wartawan pada Mapolsek setempat, Kamis (20/02-2014).

Sehingga penangkapan ketiga pelaku diketahui wartawan Tipikor itu, disambut gembira para Kepala Sekolah selama ini jengkel terhadap perilaku mereka sangat meresahkan.

“Modusnya nyaris sama, mereka bertiga menggunakan mobil Avanza hitam mendatangi sekolah-sekolah, kemudian meminta uang beralasan biaya operasional. Namun cara mintanya memaksa d menekan, malahan mengancam dengan beragam pertanyaan, ujung-ujungnya minta uang,” ungkap Kepala SD di Wanaraj.

Dikemukakan, ketiga oknum pelaku diduga memeras pada sekolah-sekolah, terutama tingkat SD dan SMP.

Kepala SMPN 1 Wanaraja, Sutia, mengaku pernah kedatangan ketiga oknum wartawan tersebut.

Mereka datang sambil menyodorkan dua eksemplar koran, kemudian meminta uang kegiatan acara di Garut.

“Mereka bertiga naik Avanza hitam, tetapi masuk ke sekolah hanya berdua. Meminta sumbangan kegiatan, lalu saya kasih Rp200 ribu. Sebelumnya mereka menyatakan kalau ada wartawan datang macam-macam agar melaporkannya ke dia,”
kata Sutia.

Menurut Sutia, banyak kepsek menjadi korban ketiga pelaku tersebut, namun kebanyakan sungkan melaporkan kasus tersebut pada kepolisian.

Informasi diperoleh menunjukkan, ketiga pelaku sebelum diamankan polisi, sempat ditangkap dan nyaris menjadi sasaran amukan sejumlah guru, kepala sekolah, dan penduduk.

Namun, seorang guru cepat melapor pada polisi langsung datang ke sekolah, dan mengamankan ketiga oknum wartawan itu.

“Kita juga jengkel. Kasihan wartawan benar-benar bertugas cari berita,”
kata Solehudin, guru SMPN 1 Pangatikan.

Kapolsek Wanaraja Kompol Dedi membenarkan penahanan terhadap ketiga oknum wartawan itu.

Pihaknya pun mengaku memproses kasus tersebut.

“Mereka masih ditahan di Polsek Wanaraja. Hanya tak di dalam sel, tetapi di luar sel. Tidur pun di mushala. Korbannya banyak dan sekarang diproses,”
kata Irvan.

******
Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment