Terungkap, Napi Lapas Terlibat Jaringan Peredaran Gelap Narkoba

0
42 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Jakarta, Garut News ( Rabu, 15/06 – 2016 ).

Ilustrasi. Inilah Cikal Bakal Bangunan Kantor BNNK Garut.
Ilustrasi. Inilah Cikal Bakal Bangunan Kantor BNNK Garut.

Bekerjasama Ditjen Bea dan Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/06-2016). BNN berhasil menyita sembilan pipa besi didalamnya terdapat sekitar 40 kg sabu kristal.

Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan lima tersangka, masing-masing berinisial HE, EN, ED, GN dan DD. Tersangka ED, GN dan DD diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara HE dan istrinya, EN, diamankan di kediamannya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, ungkap Humas BNN dari Jakarta kepada Garut News, Rabu (15/06-2016).

HE merupakan Mantan Napi Lapas Cipinang kini berstatus bebas bersyarat. Seolah tak jera, dimasa pembebasan bersyaratnya, HE kembali berulah. Dalam melakukan transaksi, HE menggunakan identitas EN untuk membuka rekening dan alamat tujuan pengiriman barang.

Dari hasil penyelidikan, kasus ini melibatkan Napi Lapas Cipinang berinisial AK diduga tergabung dalam jaringan Narkotika Freddy Budiman. HE mengenal AK semasa berada di dalam Lapas sama, dan AK memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu itu.

Keterlibatan para tersangka dalam jaringan Narkotika tak dibayar dengan harga sedikit, diketahui jaringan ini beberapa kali melakukan penyelundupan. Sebagai dedengkot, HE menerima upah Rp 50-150 juta per transaksi, sementara ED, GN dan DD mendapat upah masing-masing Rp 10 juta per transaksi.

Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BNN, Budi Waseso (Buwas) dan Dirjen Bea dan Cukai, Heru Prambudi. Buwas katakan, timnya bersama tim DJBC lama melakukan penyidikan kasus ini dan melakukan penangkapan setelah cukup bukti.

Sedangkan Heru Pambudi mengatakan, pihaknya senantiasa melakukan analisa impor untuk mencegah masuknya barang haram itu ke Indonesia.

Hingga kini kasus tersebut masih dalam pengembangan. Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika No. 35/2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here