Tertib Berlalulintas Cerminkan Karakter Bangsa

0
88 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 13/05 – 2015 ).

Iptu Tito B Bersama Personil PKS SMPN 1 Garut.
Iptu Tito B Bersama Personil PKS SMPN 1 Garut.

Tertib, sopan santun berlalulintas setiap seluruh pengguna jalan umum, cerminkan karakter bangsa, lantaran karakter setiap individu pun tercermin dari cara mengemudikan ragam jenis kendaraannya.

Sedangkan “Kota yang hebat bukanlah kota yang banyak jalan tol nya, melainkan kota yang anak kecilnya bisa bermain sepeda dengan nyaman dan aman” (Tesis Enrique Penalosa, Walikota Bogota, Amerika Latin, periode 1998-2001).

Belajar, Berlatih dan Bergembira.
Belajar, Berlatih dan Bergembira.

Kini terdapat sekurangnya 500 personil  “Patroli Keamanan Sekolah” (PKS) termasuk di lingkungan SMPN 1 Garut.

Mereka selama ini, antara lain dibentuk sebagai pelopor keselamatan berlalulintas, ungkap pembinanya juga Kanit Dikyasa pada Satlantas Polres Garut, Iptu Tito B, kepada Garut News, Rabu (13/05-2015).

Mereka juga kader mewujudkan tertib dan sopan santun menggunakan jasa lintasan ruas badan jalan, sehingga bisa membantu sebagai kepanjangan tangan, serta agen informasi guna ciptakan ketertiban berlaluintas, minimal pada lingkungan sekolahnya masing-masing.

Jambore PKS.
Jambore PKS.

Dalam pada itu jajaran Satlantas antara lain pula menyelenggarakan monitoring lapangan sekaligus menyosialisasikan tertib Lantas pada setiap komunitas pengendara sepeda motor, ungkap Iptu Tito B juga alumni SMPN 1 Garut.

PKS pun senantiasa berperan serta pada setiap kegiatan sekolah, seperti saat Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meresmikan sumur mata air Bersejarah Garut.

Resmikan dan Tinjau Mata Air Sumur Bersejarah Garut.
Wagub Jabar Resmikan dan Tinjau Mata Air Sumur Bersejarah Garut.

Sedangkan sejarahnya, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia pencari lokasi cocok bagi Ibu Kota Kabupaten.

Semula panitia menemukan Cimurah, sekitar tiga kilometer sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun).

Namun di tempat itu air bersih sulit diperoleh sehingga dinilai tak tepat menjadi Ibu Kota.

Kemudian panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar lima kilometer dan mendapatkan tempat cocok dijadikan Ibu Kota.

Menulskan Kesan.
Menulskan Kesan.

Sebab selain tanahnya subur, juga lokasi tersebut memiliki mata air mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunungapi Papandayan, Gunungapi Guntur, Gunungapi Galunggung, Gunung Talaga Bodas, dan Gunung Karacak.

Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia “kakarut” atau tergores tangannya berakibat berdarah.

SMPN 1 Garut Oke.
SMPN 1 Garut “Top”

Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa ikut membenahi atawa “ngabaladah” tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : “Mengapa berdarah?”

Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda ini menirukan kata kakarut dengan lidah yang tak fasih sehingga sebutannya menjadi “gagarut”.

*******