Terminal Guntur Makin Menyerupai Kerakap Diatas Batu

0
121 views

Garut News ( Rabu, 16/03 – 2016 ).

Fotografer : John Doddy Hidayat

Masih Dibiarkan Terlantar.
Masih Dibiarkan Terlantar.

Kecuali barangkali “sapi”, siapa saja orang mendatangi Terminal Guntur Garut, Jawa Barat, dipastikan bakal menggelengkan kepala menyaksikan kondisi terminal terbesar di kabupaten tersebut, kini kian sangat memprihatinkan.

Bahkan nyaris semakin menyerupai kerakap diatas batu, hidup segan – mati pun tak mau.

Sarana bertenggernya ragam moda angkutan penumpang umum dibangun pertama kali sekitar 31 tahun lalu itu, tampak semrawut. Lantaran tak terawat termasuk jalan aspal depan pintu masuk maupun pintu keluar terminal juga pada sepanjang lintasan ruas Jalan Guntur Sari sarat berlubang.

Demikian pula kondisi aspal pada areal tempat parkir dan lintasan jalur bus dalam terminal. Diperparah banyaknya bus memilih menunggu calon penumpang di luar terminal.

Terminal Angkot nya Kerap Dijadikan Arena Bermain Anak Jalanan.
Terminal Angkot nya Kerap Dijadikan Arena Bermain Anak Jalanan.

Sejumlah fasilitas publik dibangun dari anggaran negara seperti tempat tunggu calon penumpang, atap lintasan jalur bus, hingga bangunan kantor terminal sendiri tak terawat, dan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunannya.

Rumput liar dan semak belukar juga terkesan dibiarkan tumbuh menutupi areal pertamanan. Terlebih lagi beragam jenis sampah berserakan di mana-mana.

“Mau nyaman bagaimana ? Kondisi ruang tunggu saja seperti ini. Sepertinya masih lebih bagus bangunan smoking area. Maka kalau mau naik bus, saya jarang nunggu di ruang tunggu. Langsung saja ke tempat lajur bus. Atau, kalau lagi memburu waktu, ya tak ke terminal, namun naik busnya di depan pintu keluar, atau di jalan saja di Tarogong,” ungkap para calon penumpang termasuk Sani LS, asal Mekarwangi Sukawening, Rabu (16/03-2016).

Dikemukakan, kondisi Terminal Guntur bahkan rawan terjadi gangguan keamanan terutama pada malam hari.
Tak kurang memprihatinkan pula, tak terdapat benteng pengamanan lingkungan areal terminal paska pembersihan bangunan-bangunan kios liar seputar areal terminal dilakukan Pemkab setempat 2014 lalu.

Pada sepanjang areal bekas bangunan kios liar digadang-gadang dijadikan jalur hijau atawa ruang terbuka hijau ini, juga masih belum ada tanda-tanda dilakukan penataan.

Sehingga siapapun terkesan begitu leluasa keluar masuk terminal. Penarikan retribusi tiket masuk terminal bagi calon penumpang pun tak lagi efektif.

“Mau bagaimana lagi? Kondisinya memang seperti ini. Benteng pengamanan terminal pun entah kapan dibangun. Padahal minimal dipasang pagar pengamanan. Tapi ya, itu mungkin urusan di atas. Saya hanya melaksanakan tugas saya saja,” kata petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di terminal tersebut.

Kondisi serupa juga tampak pada terminal angkutan terusan elf, angkutan kota, dan angkutan perdesaan di sebelah selatan terminal bus.

Taman Terminal Juga Acap Dijadikan Sarana Mangkal Kalangan Pelajar Bersamaan Berlangsung Proses Belajar Mengajar di Dalam Kelas Mereka.
Taman Terminal Juga Acap Dijadikan Sarana Mangkal Kalangan Pelajar Bersamaan Berlangsung Proses Belajar Mengajar di Dalam Kelas Mereka.

Terminal Guntur sangat memprihatinkan itu, terbilang cukup ironis di tengah gencarnya program penataan kota dilakukan Pemkab, di antara program-program “Garut Amazing”-nya Bupati Rudy Gunawan saat ini.

Kepala Dishub Wahyudijaya katakan, sebenarnya pihaknya memasukkan rencana perbaikan sarana prasarana terminal dalam “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah” (RPJMD) kabupaten 2014-2019.

Namun hal itu tampaknya tak bisa direalisasi sebab beralihnya status otorisasi Terminal Guntur dari Pemkab Garut ke Pemerintah Pusat berdasarkan UU Nomor 23/2014.

“Rencana perbaikan di terminal, seperti gedung, sebenarnya masuk RPJMD, tetapi tak dimunculkan dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) karena otoritas Terminal Guntur Tipe A ini sekarang diambil alih langsung Pemerintah Pusat. Kita juga menyerahkan P3D (Personil, Peralatan, Pembiayaan, dan Dokumen)-nya ke Pusat,” katanya.

Dikemukakan, kondisi terminal ini sempat mendapat peninjauan langsung sejumlah perwakilan Kementerian Perhubungan belum lama ini. Namun belum diketahui, kapan dilakukan perbaikannya.

Sedangkan mengenai perbaikan ruas jalan depan terminal merupakan kewenangan dinas lain, kilahnya pula.

********
( nz, jdh ).