Terminal Guntur Garut Dibiarkan Kian Terlantar

by
Semakin Becek dan Kumuh, Ahad (17/07-2016).

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 17/07 – 2016 ).

Semakin Becek dan Kumuh, Ahad (17/07-2016).
Semakin Becek dan Kumuh, Ahad (17/07-2016).

Menyusul terdapatnya rencana pengalihan kewenangan pengelolaan Terminal Guntur Garut, Jawa Barat, dari Dishub atawa Pemkab setempat kepada pusat maupun Kementerian Perhubungan, maka pada tahun anggaran 2016 ini semakin mengesankan dibiarkan kian terlantar.

Padahal komplek terminal tersebut, selama ini selain menyediakan jasa layanan bongkar muat penumpang umum bus “antar kota dalam provinsi” (AKDP), dan antar kota antar provinsi (AKAP), juga terdapat sarana terminal angkutan antar kecamatan, serta angkutan kota.

Dibiarkan Terlantar.
Dibiarkan Terlantar.

Tetapi kondisi kawasan terminal ini semakin kumuh, becek, bahkan kusam. Genangan air hujan juga dibiarkan tak dihiraukan meski sangat mengganggu mobilitas transfortasi angkutan, dan para pengguna jasa terminal lainnya.

Diperoleh informasi, pengecetan gedung utama terminal pun terpaksa diselenggarakan secara berswadaya oleh pengelola terminal.

Lantaran tak dialokasikannya dana perbaikan maupun pemeliharaan bersumber APBD Kabupaten Garut, namun katanya masih ditargetkan berkewajiban kudu membayar “pendapatan asli daerah” (PAD).

Kian Banyak Calon Penumpang Tak bayar Retribusi, Lantaran Banyak Celah Tak Terpagar Bisa Diterabas Masuk Terminal.
Banyak Calon Penumpang Tak bayar Retribusi, Lantaran Banyak Celah Tak Terpagar Bisa Diterabas Masuk Terminal.

Kendati para calon penumpang bisa menerabas masuk dari pelbagai arah tanpa melintasi petugas pemungut retribusi.

Sebab tak adanya sekat pemagaran, demikian pula puluhan kios yang dibongkar akibat skandal miras oplosan, hingga kini juga dibiarkan terlantar.

Padahal sebelumnya Pemkab Garut merencanakan membangun jalur hijau, atawa pertamanan, katanya pula.

 

*********