Terminal Beserta Sub Terminal Garut Tak Bersertivikat

0
152 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 11/02 – 2016 ).

Terminal Guntur Garut.
Terminal Guntur Garut.

Pada sekitar 14 terminal, dan subterminal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata hingga kini tak satu pun bersertifikat.

Kadishub kabupaten setempat, Wahyudijaya katakan, lantaran selama ini keberadaan terminal tak berdiri sendiri melainkan lebih merupakan pendukung keberadaan pasar.

Termasuk terminal induk Guntur merupakan pendukung siklus kendaraan bagi keberadaan Pasar Guntur Ciawitali di Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

Keberadaan terminal di Garut ini memang pendukung keberadaan pasar. Pembangunan pasar tersebut bersamaan perpindahan dan pembangunan pasar. Seperti juga Terminal Guntur. Maka terminal di kita tak punya sertifikatnya. Tetapi kemungkinan disatukan di dinas lain, di Disperindag, ujar Wahyudijaya, Kamis (11/02-2016).

Dia menyebutkan, upaya melakukan sertifikasi belum menjadi program prioritas karena keterbatasan anggaran. Apalagi kebanyakan terminal, tepatnya subterminal dan pos terminal pendukung berada di atas lahan carik atau aset pemerintah desa.

Seperti Terminal Pameungpeuk, Cilawu, dan Cisewu. Itu pun masih belum jelas menyangkut pembagian atas pemanfaatan asetnya antara Dishub dengan pemerintah desa setempat, kendati telah dibangunkan sarana infrastrukturnya.

Dikemukakan, kemungkinan hanya Terminal Cibatu kini masuk tahap pembebasan tanah bakal bersertifikat. Sebab aset tanah terminal tak menyatu dengan tanah aset pihak lain. Direncanakan, pembangunan Terminal Cibatu dilakukan dengan sistem BOT, katanya.

Selain Terminal Cibatu, paling berpeluang bisa segera disertifikatkan yakni Terminal Cikajang. Itu pun bukan terminal sekarang berada di lingkungan Pasar Cikajang, melainkan terminal baru, diproyeksikan dibangun di lahan eks Perusahaan Daerah Agro dan Pertambangan (PDAP) Jawa Barat, katanya pula.

Kita beraudensi dengan Provinsi. Ada sekitar tiga hektare lokasi terminal, dan dua hektare kawasan rest area. Terdapat sinyal diusulkan pada RKPD online di APBD Perubahan 2016 untuk FS (Fisibility Study), dan DED-nya, kata dia.

Disinggung terminal di Limbangan, alih-alih dapat disertifikatkan, keberadaan terminal di sana justru lahannya nyaris habis tersingkir pembangunan Pasar Limbangan. Sehingga Dishub lebih berkonsentrasi menawarkan ruislag lahan Puskesmas DTP Limbangan untuk dijadikan lokasi baru terminal.

Terminal Limbangan ini lokasinya di persimpangan, dan dapat menampung sedikitnya tujuh trayek, beber Wahyudijaya.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here