Terinspirasi Geliat Taman Satwa Cikembulan Garut Meretas Asa

0
91 views
Drs H. Nurdin Yana, MH

Garut News ( Jum’at, 19/10 – 2018 ).

Drs H. Nurdin Yana, MH

Terinspirasi buku semi ilmiah “Geliat Taman Satwa Cikembulan Garut Meretas Asa”, Dipastikan bisa menjadi rujukan bagi beragam kalangan termasuk kaum akademisi. Juga institusi teknis terkait menggelar kajian mendalam karakteristik satwa di “Lembaga Konservasi” (LK) tersebut.

Demikian dikemukakan Kepala “Dinas Komunikasi dan Informatika” (Diskominfo) kabupaten setempat, Drs H. Nurdin Yana, MH seusai menyimak buku “full colour” setebal 126 halaman dengan cover art paper setebal 210 gram, serta seluruh lembaran isinya berkertas setebal 150 gram itu, Jum’at ( 19/10 – 2018 ).

Drs Diar Cahdiar Antaredja, M.Si.

Ungkapan senada juga disampaikan  Sekretaris Diskominfo Garut, Drs Diar Cahdiar Antaredja, M.Si serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kehumasan pada Diskominfo kabupaten setempat, Ricky Rizki Darajat, SH.,M.Si.

Camat Kadungora, Drs H. Dudung S, M.Si menyampaikan apresiasi positif, serta ungkapan senada pula.

Sedangkan Manager Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat, Rudy Arifin, SE katakan, melalui buku himpunan produk reportase serta bidikan fotografer – John Doddy Hidayat ini, tertumpu “asa” kian meningkatnya pemahaman, serta dukungan seluruh komponen dan elemen masyarakat terhadap keberadaan Taman Satwa terebut.

Ricky Rizki Darajat, SH. , M.Si

Lantaran Taman Satwa Cikembulan merupakan “Lembaga Konservasi” (LK), selama ini tidak murah, bahkan tidak mudah dibangun sekaligus mengelolanya.

Sebagai sumbangsih kami kepada masyarakat Kabupaten Garut, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan sambil berwisata berbasiskan edukatif, serta ekologi.

Drs H. Dudung S, M.Si

Tekad kami, “Geliat Taman Satwa Cikembulan Garut Meretas Asa”, tetap “instens”membangun kualitas peradaban Bangsa Indonesia berkarakter.

Indahnya Kebersamaan. (Foto : JDH).

Berupa insan berintegritas berbasis puncak kepemilikan cinta ‘memanusiakan manusia’ yang dengan ‘keadaban’senantiasa pula bisa memerlakukan flora dan fauna beserta lingkungannya dengan sebaik mungkin, sejak memasuki serta menapaki rentang waktu 2018 hingga untuk selama-lamanya.

Menyimak Lembaga Konservasi.

Wahana wisata pendidikan ini, juga tak hanya menyajikan ragam satwa terancam punah dilindungi Undang-undang RI, maupun jenis satwa lainnya.

Menjadi Literasi yang Menarik, dan Perlu.

Melainkan pula semakin dilengkapi sarana mainan anak juga bernuansakan edukatif, di antaranya wahana mandi bola serta perpustakaan berkoleksikan ensiklopedi flora – fauna, berkemasan khusus bagi pembaca anak TK, dan murid Sekolah Dasar sebagai “generasi emas”.

Produk Lokal Berkualitas Global. (Foto : JDH).

Sehingga seputar komplek wahana bermandi bola itu, dilengkapi pula jenis mainan anak-anak di dalam ruangan, agar mereka bisa senantiasa terlindung dari sengatan terik matahari. Bahkan bisa terhindar dari guyuran hujan kapan pun berlangsung.

Foto : JDH.

Meski tetap mengutamakan LK, sebagai benteng terakhir untuk perlindungan satwa yang semakin terancam, antara lain akibat kondisi habitatnya kian terdesak pemenuhan kebutuhan sosial perekonomian manusia, imbuh Rudy Artifin.

*********

JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here