Terindikasi Dae Yool Beroperasi Tersembunyi

Garut News ( Jum’at, 07/03 ).

Suherman. (Foto: John Doddy Hidayat).
Suherman. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kasatpol PP Kabupaten Garut, Suherman menegaskan, PT Dae Yool tak beroperasi lagi lantaranb ditutup Pemkab setempat.

Menyusul perusahaan tersebut dikabarkan bakal pindah, atawa meneruskan usahanya di Kabupaten Cirebon, katanya.
“Memang pernah ada aktivitas, tetapi itu hanya warga masak-masak bakar ayam. Kalau aktivitas pabrik, . Petugas kami juga tiga kali setiap malam berpatroli ke sana,” kilah atawa alibi Suherman pula.

Sejauh ini, belum ada pihak PT Dae Yool bisa dihubungi guna dikonfirmasi mengenai tudingan warga itu.

Kondisi pabrik pun sepi, pintu gerbangnya tertutup.

“Kalau kemarin-kemarin, ada orang di dalamnya. Tetapi enggak tahu sedang apa. Kalau hari ini sih sepi. Mungkin pabriknya berhenti,” kata U Saepudin(49), penduduk Kampung Copong.

Pada 24 Januari 2014, ratusan warga Kampung Jangkurang, Copong, Kampung Bojonglarang Kelurahan Sukamentri, Garut Kota tergabung Front Pemuda Guntur (FPG) turun gunung menggelar aksi unjukrasa memprotes keberadaan PT Dae Yool.

Selain asap pembakaran limbah bahan baku pakan ternak dinilai mencemari lingkungan, keberadaan pabrik itu sendiri diduga kuat melanggar peraturan dan perundang-undangan berlaku.

Pabrik tak memiliki Ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Diperparah, pabrik berdiri di atas lahan milik Pemkab Garut tanpa diketahui merekomendasikannya.

Berselang beberapa hari kemudian, Satpol PP menyegel PT Dae Yool, dan menyatakan pabrik tersebut ditutup, katanya.

*****

Noel, JH.

Related posts

Leave a Comment