You are here
Tergiur Mengubah Nasib Penjual Roti Menjadi Bandar Narkoba POLKAM 

Tergiur Mengubah Nasib Penjual Roti Menjadi Bandar Narkoba

Jakarta, Garut News ( Sabtu, 16/11 ).

Ilustrasi Gedung BNN Kabupaten Garut. (Foto: John).
Ilustrasi Gedung BNN Kabupaten Garut. (Foto: John).

Kiprah Toni, semulanya berprofesi penjual roti namun ingin mengubah nasib dengan cara menjadi bandar sabu.

Akhirnya kandas, dan berakhir di tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Toni(47), terpaksa diamankan bersama dua rekannya, lantaran kedapatan berbisnis Narkoba.

Toni ditangkap di Hotel Holiday Inn, Semarang, pada 14 November 2013 dini hari.

Saat penangkapan, Toni menerima sabu seberat 500 gram dari kurirnya, Chandra baru tiba mengambil barang dari Jakarta.

Petugas BNN menggelandang Toni, Chandra, dan seorang teman Toni, Iwan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menjalankan bisnis Narkoba, awalnya ia memesan barang dan menjual barang tanpa dibantu siapapun.

Tetapi, pada tiga bulan terakhir memekerjakan Chandra.

Pada petugas, Chandra mengaku nekad menjadi kurir Narkoba sebab diberi pinjaman uang sebesar Rp10 juta dari Toni.

Karena itu, Chandra terpaksa menjadi kurir Narkoba meski pekerjaan dilakukan ini melanggar hukum.

Toni mengaku kerap mengedarkan barang haram jenis sabu di Semarang, dan sekitarnya.

Menurut pengakuan, empat tahun menjalankan bisnis Narkoba-nya.

Namun tiga tahun pertama, sabu ia jual hanya kecil-kecilan (hanya beberapa gram).

Pada tahun ini, empat kali melakukan transaksi Narkoba dalam jumlah lebih besar.

Transaksi pertama ia jual seberat 500 gram, kedua 300 gram, 500 gram, dan terakhir 500 gram.

Toni mengaku menjadi bandar berawal dari kecanduan sabu.

Empat tahun lalu ia mencoba-coba sabu, dan akhirnya mengaku ketagihan hingga akhirnya nekad berbisnis Narkoba, dan keuntungan diperoleh untuk membeli sabu.

Akhirnya, keluarga Toni berantakan, dan bisnis rotinya ia bangun menjadi terpuruk.

Setelah bisnis roti hancur, ia mencoba judi bola, tetapi tak bertahan lama.

Akhirnya Toni terjun ke bisnis Narkoba.

Selama menjalankan bisnis Narkoba, proses transaksi selalu berjalan mulus, sebab Toni selalu diberikan pelatihan khusus dari bandar besar, mengelabui petugas.

Menurut bandar kecil asli Semarang ini, dirinya mengedarkan barang di Semarang namun ia tak pernah tinggal di kota tersebut.

Sejak beberapa waktu ini, Toni tinggal di kota Solo.

Pada masyarakat sekitar, ia selalu mengaku penjual roti.

Demikian Kabag Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Sabtu (16/11).

****** John.

Related posts

Leave a Comment