Temuan Meteor dan Pembuktian Astronomi Modern Kebenaran Alquran tentang Alam Semesta

Temuan Meteor dan Pembuktian Astronomi Modern Kebenaran Alquran tentang Alam Semesta

350
0
SHARE
Ilustrasi.
Ilustrasi.

“Alquran memberikan isyarat ilmiah tentang penciptaan alam semesta”

Red: Nashih Nashrullah..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada 1905 di Siberia Rusia, sebuah metor pernah mendarat di bumi. Bekas tumbukannya dengan bumi itu sampai mampu membentuk kawah sedalam 50 meter dengan diamater 150 meter dan menyebabkan kebakaran hutan yang hebat. 

Meteor yang menghujam Siberia tersebut diperkirakan semula berdiameter 1.000 meter. Seandainya meteor itu sampai menghujam kota yang padat penduduk, berapa ribu korban jiwa akan berjatuhan.

Musnahkan Satwa Purba.

Bahkan para pakar mengatakan, musnahnya dinosaurus dari bumi sekitar tiga juta tahun lalu juga disebabkan karena tabrakan antara bumi dan meteor raksasa.

Tabrakan tersebut kemudian menyebabkan bumi diselimuti kabut debu tebal selama berbulan-bulan sampai sinar matahari tidak kelihatan dan hewan-hewan raksasa seperti dinosaurus menjadi musnah dari muka bumi.

Sebenarnya meteor yang berupa batu dari ruang angkasa itu merupakan fenomena kecil dari benda-benda ruang angkasa di alam semesta ciptaan Allah SWT ini.

Selain meteor, masih terdapat komet, bulan (satelit), planet, bintang (matahari), galaksi (kumpulan bintang), awan nebula, gas, asteroid, black hole, dan lain-lain.

Semuanya itu, menurut kitab suci Alquran terdapat dalam langit pertama atau langit dunia (sama’at-dunya). Padahal ada tujuh langit di alam semesta ini.

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Mahapemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS al-Mulk ayat 3).

Para ulama ahli astronomi mengatakan, batas langit pertama adalah selama masih ditemukannya bintang (matahari) yang jumlahnya miliaran di alam semesta ciptaan Allah SWT ini.

Adapun matahari kita yang memiliki sembilan planet termasuk bumi hanyalah salah satu dari bintang tersebut, sedangkan bumi dan planet lain masih memiliki satelit seperti bulan.

Padahal teknologi teleskop ruang angkasa yang paling modern seperti teleskop Hubble atau Mount Polamor di Amerika Serikat (AS), baru mampu mengamati bintang sejauh 14 miliar tahun perjalanan cahaya dari bumi.

Itu artinya cahaya bintang tersebut telah mengadakan perjalanan selama 14 miliar tahun ke bumi untuk bisa terlihat. Bisa jadi bintang tersebut sekarang sudah meledak atau mati.

Sedangkan satu tahun perjalanan cahaya sama dengan jarak sejauh 10 triliun km, sebab kecepatan cahaya mencapai 300 ribu km per detik.

Sementara teknologi ruang angkasa pada abad 21 ini baru mampu mencapai planet Saturnus yang berjarak satu miliar km dari bumi, dan itu pun memerlukan waktu perjalanan tujuh tahun seperti yang dilakukan pesawat AS, Voyager 2.

Alam semesta ciptaan Allah SWT ini demikian teratur dan sempurna, sehingga tidak ada satupun benda di dalamnya yang beredar bertentangan dengan hukum-hukum Allah SWT tentang alam semesta.

Bisa kita bayangkan jika makhluk ciptaan Allah SWT seperti bulan, bumi, matahari, dan ribuan galaksi yang terdapat matahari di dalamnya tidak menuruti kehendak Al Khaliq yakni Allah SWT.

Karena tidak taat, lalu mereka beredar semaunya sendiri, maka manusia di bumi sudah musnah dan kiamat sejak dulu. Hanya karena rahman dan rahim Allah, manusia masih mampu meneruskan kehidupannya di dunia hingga sekarang.

Sebenarnya kesempurnaan alam semesta ini sudah dipelajari para ilmuwan ruang angkasa sejak zaman Yunani dan Romawi, zaman kejayaan Kerajaan Islam Dinasti Ummayah di Damaskus dan Toledo Spanyol serta Dinasti Abbasiyah di Baghdad (abad 8-15 masehi).

Kemudian kajian tentang kesempurnaan alam ruang angkasa ini dilanjutkan para ilmuwan Barat seperti Immanuel Kant dari Jerman (1755), Piere de Laplace dari Prancis (1796), Newton, Chamberlain dan Moulton, Jeans dan Jeffries, Suess dan Wiechert, Albert Einstein, dan sebagainya.

Jika dibandingkan dengan umur bumi yang diperkirakan mencapai 4,5 miliar tahun, alam semesta jauh lebih tua dan diperkirakan mencapai usia 15 miliar tahun. Sementara keberadan manusia di bumi baru mencapai hitungan jutaan tahun seperti manusia purba di Sangiran dan Flores.

Jadi keberadan manusia di bumi belum seberapa jika dibandingkan dengan umur bumi yang sudah begitu tua.

Sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, Alquran telah menerangkan awal kejadian alam semesta, di mana dahulunya berupa gas dan seluruh benda langit di alam semesta dahulunya adalah satu.

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.” (QS Fusilat ayat 11)

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya ayat 30).

Keterangan Alquran tersebut ternyata dibenarkan para ahli astronomi sekarang, padahal ayat itu diturunkan 15 abad lalu kepada Nabi Muhammad SAW. Memang Allah menciptakan alam semesta ini tidak dengan main-main tetapi sungguh-sungguh, (Surat Al Anbiya ayat 16 dan Surat Al Ankabut ayat 44).

Maka seluruh benda di alam semesta ini berotasi dan berevolusi secara teratur, tidak berubah dan selalu berlawanan dengan perputaran gerakan jarum jam sesuai Sunatullah.

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, mereka semuanya tunduk dan patuh atas kehendak dan perintah-Nya.

********

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY