Tedi Iskandar, Ketus Bantah Lamban Tangani Pasar

0
3 views

Garut News ( Jum’at, 07/02 – 2014 ).

Tedi Iskandar, Ketus Membantah Lamban Tangani Pasar Cibatu. (Foto: John Doddy Hidayat).
Tedi Iskandar, Ketus Membantah Lamban Tangani Pasar Cibatu. (Foto: John Doddy Hidayat).
Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Garut, juga Wakil Ketua “Tim Kerjasama Daerah” (TKSD) kabupaten setempat, Tedi Iskandar, membantah menunda penerbitan SK Bupati terkait addendum atawa perubahan perjanjian pelaksanaan pembangunan Pasar Cibatu di Kampung Parakan Telu, Cibunar, selama ini banyak dipertanyakan masyarakat pedagang.

“Bagaimana mungkin disebut surat addendum Pasar Cibatu tertahan di meja saya, dan saya dituduh lambat memperosesnya ? Nota dinas surat addendum dari Disperindag sendiri baru masuk ke saya, 20 Januari 2014,” tandas Tedi, ketus, Kamis (06/02-2014).

Ditegaskan, pihaknya justru langsung memproses surat tersebut agar secepatnya tuntas.

Sehingga proses pembangunan Pasar Cibatu bisa segera dilanjutkan.

Dia juga mengklaim, hingga kini, pihaknya melakukan tiga kali pembahasan mengenai persoalan ini, katanya.

Kondisi Pasar Cibatu Saat Ini. (Foto : John Doddy Hidayat).
Kondisi Pasar Cibatu Saat Ini. (Foto : John Doddy Hidayat).
“Tetapi kita tak bisa juga terburu-buru tanpa melakukan kajian cermat. Ada proses kudu dilalui, terutama sekarang ini menyangkut penghitungan besaran kompensasi, dan lamanya dari dampak perubahan pembangunan dan pengelolaannya dari semula tiga tahun menjadi 25 tahun. Ini agar tak ada salah satu pihak dirugikan. Apalagi menyangkut potensi APBD,” ungkap Tedi.

Tedi mengakui pula, persoalan kelanjutan pembangunan Pasar Cibatu terkesan lamban direspon Pemkab Garut.

Lantaran TKSD sendiri diketuai Sekda Iman Alirahman baru dibentuk pada 2012.

Sedangkan pembangunan Pasar Cibatu dilaksanakan sejak 2010.

Meski demikian, kata Tedi, kesepakatan atawa perjanjian awal terkait pembangunan Pasar Cibatu 2010 dijadikan dasar bagi TKSD enetapkan usulan addendum pembangunan Pasar Cibatu sekarang.

“Saya juga berharap soal addendum ini secepatnya selesai, sebab di sana juga diperlukan masyarakat maupun pihak investor. Kita pun berharap Disperindag bekerja keras agar investor, serta pihak ketiga bisa melakukan tugas dan kewajiban sebaik mungkin,” imbuhnya, menyerukan.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan Pasar Cibatu di Kampung Parakan Telu Cibunar, Cibatu hingga kini masih terbekanglai akibat tak kelarnya addendum pembangunan pasar tersebut dari Pemkab Garut.

Pihak pengembang pun kebingungan.

Terlebih para pedagang gencar mendesak pembangunan Pasar Cibatu segera dituntaskan agar mereka bisa kembali menata usahanya lebih baik, dibandingkan kini kudu berdagang di lokasi sementara “pasar darurat” sumpek, dan kumuh.

Pembangunan Pasar Cibatu, hingga kini hanya mencapai sekitar 15%, berupa bangunan tiang-tiang beton berlingkungan terkesan tak terurus.

Bangunan bakal kios dan los dipasangi atap itu, bahkan kerap digunakan sejumlah orang kongkow berpacaran lantaran letaknya cukup jauh dari pemukiman warga.

Banyak penduduk bahkan mengkhawatirkan jika kondisi tersebut dibiarkan, lokasi ini dijadikan arena mesum sejumlah orang tak bertanggung jawab.

“Bagaimana kami bisa melanjutkan pembangunan Pasar Cibatu ? Surat addendum pelaksanaan masih tertahan di meja Asda Satu. Sedangkan, warga pasar terus mendesak agar segera dilaksanakan,” kata Presiden Direktur PT Trimukti, Aa Harmawan.

Dia mengaku pernah melayangkan surat permohonan ke Disperindag Garut sekitar enam bulan lalu.

Namun hingga kini masih belum ada jawabannya.

Kepala Disperindag Kabupaten Garut Eko Yulianto mengaku, surat addendum menyangkut pembangunan lanjutan Pasar Cibatu jauh-jauh hari dilayangkan PT Trimurti selaku pihak pengembang ke Pemkab Garut.

Namun Eko berkilah, keputusan atas surat addendum tersebut masih belum bisa diterbitkan lantaran belum ditandatangani Bupati Garut, dan masih berada di meja Asisten Bidang Pemerintahan Setda Garut.

“Surat permohonan dari PT Trimurti, kami layangkan ke Bupati Garut sekitar enam bulan lalu, Namun hingga kini belum ada kepastian, kapan bisa dibangun kembali, dan masih menunggu,” katanya.

Sejak peletakan batu pertama dilakukan Bupati Garut (saat itu Aceng HM Fikri), 7 Juni 2012, pembangunan kios Pasar Cibatu di Kampung Parakan Telu Cibunar hingga kini masih terbengkalai.

Pembangunan Pasar Cibatu dikerjakan pengembang hanya sebatas pemancangan tiang-tiang rangka besi.

Ratusan pedagang rencananya ditempatkan di lokasi baru dengan luas lahan sekitar delapan hektare tersebut, sejak peristiwa kebakaran Pasar Cibatu pada 2005 lalu, masih berjualan di tempat penampungan sementara sepanjang jalan luar lahan eks Pasar di Desa Keresek.

Rencananya, di relokasi Pasar Cibatu itu dibangun sebanyak 625 unit kios dan los, terdiri 200 unit kios, 300 unit los, serta 125 lapak pedagang kaki lima (PKL).

*****
Zainul, JDH.