Tata Kelola Industri Pariwisata Garut Belum Memadai

0
92 views

Garut News ( Ahad, 11/01 – 2015 ).

Potensi Wisata Situ Bagendit. (Foto : John Doddy Hidayat).
Potensi Wisata Situ Bagendit. (Foto : John Doddy Hidayat).

Masa liburan panjang menjelang akhir  2014 selama hampir dua pekan, masih menyisakan persoalan lawas pada industri pariwisata di Kabupaten Garut,

Selain berupa akses jalan berkondisi tak memadai, tak tertatanya perparkiran, juga pola penanganan sampah yang semrawut.

Padahal kunjungan wisatawan pada sejumlah objek wisata relatif kian mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Kalau soal jalan enggak aneh. Jalan mana di Garut bagus ? Jalan ke Cipanas saja lokasinya dekat pusat pemerintahan rusak parah, apalagi yang jauh. Ya, tak heran akses jalan seperti ke obyek wisata pantai Santolo Cikelet jaraknya nyaris seratus kilometer dari kota Garut juga rusak parah,” kata Dindin(48), penduduk Kelurahan Lebak Agung Karangpawitan, Ahad (11/01-2015).

Kondisi pada areal obyek wisatapun masih tak tertata serius sehingga terkesan kumuh. Pengelolaan parkir kendaraan semrawut bertarif sangat mahal. Beragam jenis sampah bertebaran setiap titik lokasi.

“Tarif parkir ditarik Rp10.000, baik sepeda motor atawa mobil. Mending penempatannya tertib. Sampah juga berserakan dimanapun. Mau betah berlama-lama bagaimana jika kondisinya seperti itu ?” ungkap Dindin.

Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin mengakui pengelolaan tempat sampah di tempat wisata dikelolanya tak mudah, apalagi masa ramai pengunjung.

Meski pihaknya menyediakan tempat sampah dilengkapi pelbagai tulisan peringatan agar selalu menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan, banyak pengunjung tak mengindahkannya.

“Kami bahkan memilah tempat sampah organik, dan anorganik. Namun memang pemungutan sampah hanya kami lakukan setelah pengunjung bubar. Soalnya jika dilakukan waktu masih ramai pengunjung, khawatir mengganggu kenyamanan mereka. Maka tak aneh, apabila pengunjung masih ramai, sampah di jalur jalan kaki pengunjung pun suka ada,” katanya.

Kepala UPTD Situ Bagendit pada Disbudpar kabupaten setempat Heri Restu Heriana katakan, khusus perkara sampah dan pedagang pada kawasan obyek wisata Situ Bagendit, pengelolaannya diserahkan penduduk setempat tergabung dalam Kompepar.

“Kondisinya, tak lebih baik daripada tahun kemarin. Meski kami menyediakan cukup banyak tempat sampah, tetapi sangat tak memadai. Kami juga kesulitan pembuangannya lantaran tak ada TPS ,” katanya.

Kepala Dinas LHKP Adjie Sukarmajie melalui Kabid Kebersihan Frederico Fernandes menyebutkan, selama berlangsung liburan panjang natal dan pergantian tahun 2014 ke 2015, terjadi peningkatan volume sampah sekitar 5 % dibandingkan hari-hari biasa.

Kepala Disbudpar Garut Mlenik Maumeriadi mengakui masalah sampah di kawasan wisata belum menjadi perhatian khusus.

Dia hanya berharap penanganan sampah di tempat wisata bisa ditangani masing-masing pengelola, termasuk Kompepar, imbuhnya menyerukan.

*******

Noel, Jdh.