Target Capaian LP2B Garut Terancam Gagal Total

Garut News ( Jum’at, 30/05 – 2014 ).

Areal Persawahan di Garut, Kian Menyempit. (Foto: John Doddy Hidayat).
Areal Persawahan di Garut, Kian Menyempit. (Foto: John Doddy Hidayat).

Target capaian “Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan” (LP2B) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seluas 44.028 hektare terancam gagal.

Lantaran kini, alih fungsi lahan pertanian produktifnya kian cenderung tak terkendali.

Sehingga mengancam lahan LP2B tak bisa tersedia.

Apalagi Pemkab setempat tak mengupayakan pembukaan lahan sawah baru, bahkan gagal menekan alih fungsi lahan terus menerus terjadi di pelbagai lokasi.

Padahal berdasar Perda Nomor 29/2011, LP2B tersebar pada seluruh wilayah kecamatan berproporsi 14,32 persen.

“Luas lahan sawah berdasar penggunaannya di Garut 2012 terdiri sawah beririgasi 23.316 hektare, dan sawah tadah hujan 22.527 hektare. Sedangkan fakta lapangan, sawah beririgasi banyak beralih fungsi menjadi lahan bukan sawah lagi. Dengan kondisi seperti ini, produk padi bisa menjadi berkurang, seperti di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Banyuresmi. Lahan sawah banyak berubah menjadi kawasan perumahan,” ungkap Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriyadi, Jum’at (30/05-2014).

Dia juga bahkan memastikan produk padi Garut 2014 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Jika merujuk capaian kinerja Dinas “Tanaman Pangan dan Hortikultura” (TPH) setempat, menargetkan produksi padi akhir 2014 mencapai 858.367 ton.

Padahal realisasi produksi padi 2013 sebanyak 1.064.853 ton.

“Artinya, penurunan produksi padi memang ditargetkan pemerintah sendiri. Diduga kuat salah satu penyebab utama penurunan produksi ini, lahan lahan sawah terus berkurang akibat banyak beralih fungsi pada non sawah, terutama perumahan. Bukan semata serangan tikus, konon banyak menyerang sawah di banyak lokasi,” tandas Dudi, yakin.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment