Tanggulangi Narkoba dengan Gerakan Indonesia Berseri

by

Jakarta, garut News ( Jum’at, 25/10 ).

Foto : Humas dan Dokumentasi BNN.
Foto : Humas dan Dokumentasi BNN.

Permasalahan narkoba, ternyata tak luput dari perhatian para istri kabinet bersatu, atawa dikenal SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) Jilid 2.

Ratna Joko Suyanto, Ketua II SIKIB tegas katakan, masalah narkoba kudu diatasi serius.

Sesuai program unggulan SIKIB, Gerakan Indonesia Berseri (Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan, Rapi dan Indah), para istri kabinet ini mengaktualisasikan kepedulian pada masalah narkoba dengan mendukung sejumlah kegiatan berorientasi pada Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami memiliki program P3N atawa Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, kami tuangkan pada pelbagai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba pada masyarakat luas, secara sinergis bersama BNN”, kata Ratna.

Dukungan dalam konteks penanggulangan narkoba tak hanya pada konteks pencegahan semata.

Kali ini, SIKIB memberikan kontribusi mendorong upaya rehabilitasi bagi korban penyalahguna narkoba.

Salah satu bentuk dukungan SIKIB pada program rehabilitasi, memberikan dukungan berupa alat-alat kebersihan secara simbolis pada Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN,  nantinya digunakan para residen melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Kamis (24/10).

Pemberian alat kebersihan ini, bentuk dorongan agar para residen menjalani rehabilitasi tetap konsisten menjaga gaya hidup bersih, dan sehat serta cinta lingkungan sesuai arah konsep Gerakan Indonesia Berseri.

Ratna juga mengemukakan, upaya rehabilitasi kudu didukung semua pihak.

“Kini banyak korban penyalahgunaan narkoba masih belum direhabilitasi, lantaran pelbagai hal, karena itu kita kudu bisa mendorong agar mereka mau melaporkan dirinya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), selanjutnya direhabilitasi”, imbuh Ratna, menyerukan.

Kepala BNN, DR Anang Iskandar mengungkapkan, penanganan korban narkoba tak bisa hanya mengandalkan penegakkan hukum.

Dikatakan, penanggulangan narkoba kudu seimbang antara penegakkan hukum, dan pendekatan kesehatan.

Menurutnya, dekriminalisasi dan depenalisasi menjadi solusi ideal menekan penyalahgunaan narkoba di negeri ini.

Pada kerangka dekriminalisasi, para penyalahguna narkoba tak ditempatkan dalam tahanan, melainkan ditempatkan di pusat rehabilitasi bisa dilakukan sejak proses penyidikan.

Sedangkan konsep depenalisasi, para penyalahguna narkoba wajib melaporkan dirinya pada IPWL agar tak dikenai sanksi pidana, tegasnya.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Jum’at (25/10).

***** John.