Taman Satwa Cikembulan Wujudkan Habitat Koleksi Satwa Nusantara

0
223 views

– Taman Satwa Cikembulan Memastikan Diri Menjadi “One Stop Destination Site” –

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 22/04 – 2015 ).

Bupati Berdialog Dengan Manager Taman Satwa Cikembulan.
Bupati Berdialog Dengan Manager Taman Satwa Cikembulan.

Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat, paling lambat pada 2038 mendatang dipastikan bisa mewujudkan habitat koleksi satwa nusantara, serta memastikan diri menjadi “One Stop Destination Site”

Sehingga benar-benar menjadi “miniatur” habitat koleksi setiap jenis satwa endemik dari setiap provinsi di seluruh Indonesia.

Surili di Taman Satwa Cikembulan.
Surili di Taman Satwa Cikembulan.

Target tersebut, berdasar capaian “Rencana Karya Pengelolaan” (RKP) tiga puluh tahunan (2009 – 2038) lembaga konservasi edukatif ini, ungkap Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE.

Kepada Garut News, Rabu (22/04-2015), dikemukakan selama ini pun RKP tersebut juga direalisasikan melalui tahapan pada “Rencana Karya Lima Tahunan” (RKLT), serta “Rencana Karya Tahunan” (RKT).

Sehingga setiap tahapan capaian kinerja itu, secara periodik dilaporkan pada institusi teknis terkait, ungkap Rudy Gunawan.

Bahkan saat ini pun, dari sedikitnya 114 spisies dengan 560 populasi satwa dikoleksinya, terdapat sejumlah satwa langka dilindungi Undang-Undang RI.

Termasuk satwa endemik Provinsi Jawa Barat, di antaranya Macan Tutul, serta primata “Surili”, terdapat pula Harimau Sumatera, Orangutan dari Kalimantan, serta Kasuari dan Burung Cenderawasih asal Papua.

Digemari Kalangan Pelajar.
Digemari Kalangan Pelajar.

Sepasang Singa Afrika, Beruang, beragam jenis reftil juga aves termasuk beberapa jenis Burung Elang terdapat pula pada Taman Satwa Cikembulan, yang terhampar pada areal seluas lima hektare.

Sejak enam tahun terakhir, wahana wisata pendidikan ini, secara terencana dan terukur senantiasa membenahi diri, merehabilitasi beragam sarana-prasarana penunjang, serta menyelenggarakan beragam inovasi dan kreativitas.

Singa Jantan Afrika.
Singa Jantan Afrika.

Agar selain bisa tampil beda setiap saat, juga berupaya maksimal memenuhi harapan pengunjung terutama kalangan keluarga, pelajar serta kalangan akademisi, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara.

Karena itu tarif karcis masuknya pun terbilang relatif murah, hari biasa bagi anak-anak Rp8.000 serta dewasa Rp17.000.

Sedangkan pada Sabtu dan Ahad, masing-masing Rp10 ribu, serta Rp20 ribu. Namun kalangan pelajar dipastikan mendapatkan diskon.

Malahan bagi pengunjung berkondisi usia jompo, serta cacat fisik benar-benar digratiskan, ujar Rudy Arifin.

Sepasang Primadona, Menunggu Kelahiran dari Kehamilan Macan Tutul Betina Kedua Kalinya.
Sepasang Primadona, Menunggu Kelahiran dari Kehamilan Macan Tutul Betina Kedua Kalinya.

Lantaran Taman Satwa Cikembulan dapat memastikan diri menjadi “One Stop Destination Site” bahkan juga ke depan bisa mengoleksi temuan baru satwa-satwa langka nusantara, supaya bisa dijadikan wanaha penelitian bagi kalangan ilmuwan.

Seperti halnya pada makalah memuat penemuan spesies baru katak bertaring Sulawesi, Limnonectes larvaepartus. Bukan cuma kebaruan jenis yang membuat dunia terkejut, melainkan juga kebaruan reproduksinya.

Salah satu Sarana Prasarana Pendukung Taman Satwa Cikembulan.
Salah- satu Sarana Prasarana Pendukung Taman Satwa Cikembulan.

Katak itu merupakan satu-satunya katak di dunia yang melahirkan kecebong.

Dunia bertanya-tanya, bagaimana bisa katak yang tak memiliki penis melakukan pembuahan di dalam tubuh?

Bagaimana caranya menyetor sperma ke betina? Lalu, bagaimana mungkin katak tak bertelur, tetapi langsung melahirkan kecebong?

Djoko Tjahjono Iskandar adalah herpetolog (pakar amfibi dan reptil) di balik penemuan katak itu. Dia adalah ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berkali-kali membuat geger dunia sains lewat temuan-temuannya.

Pelbagai Sumber, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here