Taman Satwa Cikembulan Tunjang Peningkatan Populasi Langka

0
18 views

“Taman Satwa Cikembulan Kembali Selamatkan Macan Tutul Cedera dan Tersisih dari Habitatnya”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 11/11 – 2015 ).

Silvana Ratina.
Syivana Ratina.

Kepala “Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam” (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat, Dr Ir Syivana Ratina, MSi menilai penting dan strategisnya keberadaan, serta eksistensi pengelolaan Taman Satwa Cikembulan di Kadungora, Garut.

Lantaran lembaga konservasi tersebut, selama ini terbukti membantu mengonservasi bahkan bisa menunjang fokus “Rencana Strategis” (Renstra) 2014-2019 BBKSDA provinsi setempat, berupa peningkatan 30 persen populasi satwa langka yang dilindungi Undang-Undang RI.

Kepada Garut News di Garut, Rabu (11/11-2015), Syivana Ratina mengemukakan pengelolaan Taman Satwa Cikembulan, juga antara lain berperan aktif pada proses penangkaran maupun pembudidayaan (breeding), serta proses pemulihan termasuk pemeliharaan kesejahteraan satwa terlantar, lantaran terusik dari habitatnya.

Rudy Arifin.
Rudy Arifin.

Sehingga taman satwa ini, tak hanya menjadi sarana rekreasi yang edukatif.

Melainkan juga sebagai lembaga konservasi ragam satwa langka termasuk yang dilindungi Undang-Undang RI, ungkap Kepala BBKSDA Jabar disela pertemuan persiapan “Survey dan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Kawasan Darajat, Cagar Alam Gunung Papandayan Garut”.

“Sangat ‘welcome’ dan diapresiasi positip” kegiatan survey diagendakan berlangsung empat bulan, juga sangat senang hati, sebab bakal dimilikinya data base yang jelas mengenai populasi satwa pada habitatnya itu,” ujar Syivana Ratina.

Bahas Persiapan Survey dan Inventarisasi.
Bahas Persiapan Survey dan Inventarisasi.

Rangkaian helatan itu, terselenggara atas jalinan kerjasama BKSDA, Chevron, Kehati, dan Elang Indonesia, dengan cakupan kajian Fauna berupa Mamalia Besar (Ordo Carnivora, Ungulata, dan Primata, Burung, serta Hertefauna, terutama pada populasi 25 jenis satwa prioritas.

Sedangkan capaian kegiatannya, bisa diperolehnya data habitat penting untuk satwa, dan data spesies kunci yang terdapat di Darajat.

Masih menurut Syivana Ratina, fokus upaya peningkatan 30 persen populasi satwa pada habitatnya masing-masing, merupakan pekerjaan berat. Sebab ancaman terhadap habitat satwa pun ada dimana-mana, sehingga pihaknya senantiasa membangun komunikasi, termasuk intens menyelenggarakan sosialisasi.

aa51Serta sinergitas dengan beragam pemangku kewajiban sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Lantaran gangguan terhadap hutan termasuk habitat satwa, hingga kini penyebabnya didominasi oleh ulah manusia itu sendiri, bebernya antara lain menambahkan.

Pada kesempatan ini antara lain dihadiri Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada BBKSDA Jabar, Toni Ramdhani

“Penyelamatan Macan Tutul”

Toni Ramdhani.
Toni Ramdhani.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis,                 Ir Djundjun Nurzaman, MM katakan Senin lalu (09/11-2015), Taman Satwa Cikembulan kembali mendapat kiriman titipan seekor macan tutul dari Gunung Sawal Ciamis, yang hingga kini masih pada proses penyelamatan, sekaligus pemulihan di karantina taman satwa tersebut.

Menyusul ditemukannya seekor macan tutul betina berkondisi kesehatan sangat memprihatinkan, diprediksi satwa berusia satu tahun baru disapih dari induknya itu, kemungkinan tersisih dari habitatnya akibat kedua matanya buta, bahkan nyaris sekujur wajah dan badannya sarat luka.

Sehingga kini masih diselamatkan dan dipulihkan kondisinya di Taman Satwa Cikembulan, kata Djundjun Nurzaman.

Membangun Komunikasi dan Sinergitas.
Membangun Komunikasi dan Sinergitas.

Dikatakan, survey dan inventarisasi membantu KSDA dalam mencari, dan memetakan populasi di alam, khususnys satwa yang dilindungi, katanya.

Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE mengemukakan meski macan tutul ini penuh cedera, namun pihaknya tetap konsisten dengan komitmennya berupaya keras memulihkan, merawat serta memeliharanya.

Kini kondisi satwa tersebut, bisa dihentikan pasokan infusannya, malahan telah dapat dengan sangat lahap mengonsumsi setiap disajikan makanan, mengindikasikan kian beranjak pulih.

Kehadiran baru macan tutul itu, menjadikan Taman Satwa Cikembulan sekarang memiliki koleksi tujuh macan tutul termasuk seekor macan kumbang, dua di antaranya berjenis kelaman betina, ungkap Rudy Arifin, antara lain menambahkan.

********