Taman Satwa Cikembulan : Mohon Maaf Lahir dan Bathin

0
8 views
Rudy Arifin, SE.
Singa Afrika, yang Berhasil Dikembangbiakan Sesuai Keasliannya.

Manager Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat, Rudy Arifin, SE Bersama Keluarga Juga Seluruh Setiap Pengelola Lembaga Konservasi Umum tersebut.

Mengucapkan : “Taqabbalallahu Minna Waminkum“, Shiyamana wa Shiyamakum” (Semoga Allah SWT Menerima Ibadahku dan Ibadahmu, Juga Amalan Puasaku dan Puasamu).

Sehingga Bisa Menjadikan Diri Kembali Suci Penuh Fitrah Dalam Silaturahmi yang Mubarak (Penuh Berkah), Kebersamaan Meraih Kemenangan Sejati.

“Mohon Maaf Lahir Bathin”.

*******

Taman Satwa Cikembulan, menargetkan bisa menjaring sedikitnya 40.000 pengunjung pada momentum liburan sebelum Saum Ramadlan hingga sepanjang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 ini.

“Hingga kini capaian target 10.000 an pengunjung di antaranya terpenuhi pada beberapa kali liburan menjelang Shaum Ramadlan hingga, Ahad (05/05-2019),” ungkap Manager Lembaga Konservasi Umum tersebut, Rudy Arifin, SE.

Keeper Orangutan Senantiasa Humanis Memelihara Satwanya.

Bahkan akhir – akhir ini, antara lain selain didominasi pengunjung dari kalangan pelajar “Sekolah Dasar” (SD) yang berdatangan dari Bandung, juga anak – anak didik prasekolah, ungkapnya kepada Garut News, Sabtu (04/05-2019).

Dikemukakan pula, kian meningkatnya daya tarik wisatawan pada taman satwa satu – satunya di Provinsi Jawa Barat ini, sejalan dengan ragam upaya pembenahan kualitas pengelolaannya.

Sehingga dari total koleksi yang mencapai 119 spisies dengan populasi 357 individu, merupakan produk keberhasilan penambahan berkembangbiaknya ragam jenis satwa.Termasuk kesesuaian habitat setiap penempatan satwa pada kandang, serta ruang terbuka terbuka hijau dan kolam bermain. Sehingga mereka bisa bertumbuhkembang sesuai keasliannya.

Antara lain sepasang Singa Afrika yang jumlahnya menjadi empat ekor sejak 1,5 tahun silam, yang diagendakan pada sepanjang Liburan Shaum Ramadlan kedua jantan anak singa itu bakal disapih dari induknya.

Kemudian lahirnya dua anak betina orangutan, masing – masing berusia empat tahun oleh Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman diberi nama Mojang, serta berusia dua bulan dengan sebutan Jeni. Disusul macan tutul bisa berkembangbiak menambah jumlah penghuni wahana wisata edukasi tersebut.

Jana, Ayah Mojang dan Jeni.

Pada Taman Satwa Cikembulan, berhasil pula menetasnya telur kakatua jambul jingga asal Papua, sehingga populasi bertambah dua.

Seluruh koleksi itu, menempati areal seluas empat hektare. Dilengkapi beragam sarana prasarana penunjang termasuk wahana permainan anak – anak, serta sarana atraksi permainan bernuansakan edukatif.

Balita Kakatua Jambul Jingga.

Karenanya, pada setiap seluruh 30 sumber daya manusia pengelola taman satwa ini senantiasa mendapatkan penguatan kualitas keterampilan, dan keakhliannya masing-masing.

“Termasuk penguatan manajerial kualitas konsistensi serta komitmen mereka juga pada tugas pokok, dan fungsinya masing – masing,” tandas Rudy Arifin dan menambahkan pula kini disiapkan wahana penunjang penjernihan air sungai sebelum memasuki kolam dengan berbasiskan ekologi dan edukasi.

Induk Kakatua Jambul Jingga.

Taman Satwa Cikembulan, selama Shaum Ramadlan diliburkan sebulan penuh. Ditutupnya kunjungan wisatawan dipastikan bisa mengistirahatkan seluruh satwa agar mereka senantiasa berekondisi prima.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here