Taman Satwa Cikembulan : Minal Aidin Wal Faidzin

0
8 views
Manager Taman Satwa Cikembulan.
Dampak Ikutan Wabah Predator Covid-19.

“Koleksi Satwa Terancam Dikembalikan ke Negara”

Manager Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut Rudy Arifin, SE Beserta Keluarga Besar Seluruh Pengelola Lembaga Konservasi ini.

Mengucapkan :  Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin.

Allaahu akbar… Allaahu akbar… Allaahu akbar… Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil – ham.

Kumandang gema suara takbir sayup terdengar, Minal Aidin Wal Faidzin, Selamat Lebaran Idul Fitri 1441 H/2020. Tabbakallahu Minna Wa Minkum, semoga masih diberikan kesempatan kembali bertemu dengan Ramadlan dan Idul Fitri tahun depan.

.
Satwa Dilindungi Undang-Undang RI.

Dengan Kedamaian Menebarkan berkah Idul Fitri yang suci. Jika ucap membekas lara, tingkah merangkai duka, dan kata merangkai dusta. Mohon maaf lahir dan batin. 

Jiwa kembali putih seakan lahir kembali. Jutaan syukur menggema di langit ilahi. Semoga menjadi kemenangan hakiki. Agungkan kebesaran-Nya, Syukuri ampunanan-Nya, Lapangkan hati ini di hari nan fitri.

“Koleksi Satwa Terancam Dikembalikan ke Negara”

Berinteraksi Dengan Keeper.

Jika darurat kesehatan dampak pandemi Covid-19 terus berlanjut, sehingga Taman Satwa Cikembulan tutup kegiatannya sangat lama. Maka koleksi satwa milik negara yang selama ini dititipkan pada lembaga konservasi itu, bisa terancam dipulangkan lagi ke negara.

Lantaran sejak 17 Maret 2020 aktivitas kunjungan wisatawannya ditutup, menyusul darurat pandemi Covid-19. Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut kini hanya bisa memokuskan kegiatannya pada perawatan koleksi satwa termasuk satwa langka yang dilindungi Undang-Undang RI, berikut lingkungan kandangnya.

“Aktivitas utama kita sekarang hanya merawat satwa, mulai pemberian pakan, cek kesehatan, dan penyemprotan kandang satwa beserta lokasi sekelilingnya,” ungkap Rudy Arifin.

Lembaga konservasi satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini pun, bahkan terpaksa merumahkan sebagian besar karyawannya.

Sebab Taman Satwa Cikembulan sama sekali tak mendapatkan penghasilan dari pengunjung untuk membiayai keseluruhan operasional dan gaji karyawan. Sedangkan kebutuhan pakan hewan terus berjalan, tak bisa ditunda-tunda.

“Sebagian karyawan dirumahkan. Tetapi khusus keeper, kurator, dan tenaga medis masih masuk namun hanya setengah hari. Kini tinggal 16 orang,” ujarnya.

Dikemukakan, pihaknya tak bisa memasang target apapun pada dua bulan mendatang, khususnya berkaitan Idul Fitri yang biasanya menjadi salah satu puncak musim kunjungan wisatawan. Kendati penutupan Taman Satwan Cikembulan selama Ramadlan pun merupakan hal biasa setiap tahunnya.

“Libur selama Ramadlan itu biasa, dan ada kejaran target liburan Idul Fitri. Namun libur sekarang enggak tahu, kapan kodusifnya. Mudah-mudahan bisa segera normal kembali,” harap Rudy.

Tak hanya karyawan terdampak langsung tutupnya Taman Satwa Cikembulan gegara pandemi Covid-19, juga banyak warga sekitar menggantungkan kehidupannya dari aktivitas Taman Satwa Cikembulan menjadi kehilangan mata pencaharian.

Di antaranya pedagang, dan pengelola jasa perparkiran. Juga mereka yang bergelut di bidang jasa angkutan penumpang menuju Taman Satwa Cikembulan. Mulai tukang ojek, delman, angkutan umum hingga angkutan pariwisata.

*******

Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here