Taman Satwa Cikembulan : Marhaban Ya Ramadlan

0
12 views
Dilindungi Undang-Undang RI.
Wahana Rehat Wisatawan.

“Koleksi Satwa Terancam Dikembalikan ke Negara”

Manager Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut Rudy Arifin, SE Beserta Keluarga Besar Seluruh Pengelola Lembaga Konservasi ini.

Mengucapkan : Marhaban Ya Ramadlan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadlan Mohon Maaf Lahir Bathin.

Bersama Kang Acil Bimbo.

Matahari pun berzikir, angin bertasbih, dan pepohonan memuji keagungan-Mu. Semuanya menyambut datangnya malam Seribu Bulan. Selamat datang Ramadlan. Selamat  beribadah puasa.

Perindahlah fisik kami dengan kesehatan serta terimalah amal ibadah ini dengan kelipatgandaan, lantaran hanya Engkau Dzat Penguasa Sekalian Alam.

Selamat menunaikan ibadah puasa 1441 H. Semoga amalan kita diterima di sisi Alllah SWT. Amiin.

Tiada kebahagiaan tanpa syukur. Tiada rasa syukur tanpa sabar. Tiada sabar tanpa maaf. Marhaban ya Ramadlan.

“Koleksi Satwa Terancam Dikembalikan ke Negara”

Jika darurat kesehatan dampak pandemi Covid-19 terus berlanjut, sehingga Taman Satwa Cikembulan tutup kegiatannya sangat lama. Maka bisa-bisa koleksi satwa milik negara yang selama ini dititipkan pada lembaga konservasi itu, bisa terancam dipulangkan lagi ke negara.

Lantaran sejak 17 Maret 2020 aktivitas kunjungan wisatawannya ditutup, menyusul darurat pandemi Covid-19. Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut kini hanya bisa memokuskan kegiatannya pada perawatan koleksi satwa termasuk satwa langka yang dilindungi Undang-Undang RI, berikut lingkungan kandangnya.

“Aktivitas utama kita sekarang hanya merawat satwa, mulai pemberian pakan, cek kesehatan, dan penyemprotan kandang satwa beserta lokasi sekelilingnya,” ungkap Manajer Taman Satwa tersebut Rudy Arifin.

Lembaga konservasi satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini pun, bahkan terpaksa merumahkan sebagian besar karyawannya.

Sebab Taman Satwa Cikembulan sama sekali tak mendapatkan penghasilan dari pengunjung untuk membiayai keseluruhan operasional dan gaji karyawan. Sedangkan kebutuhan pakan hewan terus berjalan, tak bisa ditunda-tunda.

“Sebagian karyawan dirumahkan. Tetapi khusus keeper, kurator, dan tenaga medis masih masuk namun hanya setengah hari. Kini tinggal 16 orang,” ujarnya.

Dikemukakan, pihaknya tak bisa memasang target apapun pada dua bulan mendatang, khususnya berkaitan Idul Fitri yang biasanya menjadi salah satu puncak musim kunjungan wisatawan. Kendati penutupan Taman Satwan Cikembulan selama Ramadlan pun merupakan hal biasa setiap tahunnya.

“Libur selama Ramadlan itu biasa, dan ada kejaran target liburan Idul Fitri. Namun libur sekarang enggak tahu, kapan kodusifnya. Mudah-mudahan bisa segera normal kembali,” harap Rudy.

Tak hanya karyawan terdampak langsung tutupnya Taman Satwa Cikembulan gegara pandemi Covid-19, banyak warga sekitar menggantungkan kehidupannya dari aktivitas Taman Satwa Cikembulan menjadi kehilangan mata pencaharian.

Di antaranya pedagang, dan pengelola jasa perparkiran. Juga mereka yang bergelut di bidang jasa angkutan penumpang menuju Taman Satwa Cikembulan. Mulai tukang ojek, delman, angkutan umum hingga angkutan pariwisata.

*******

Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here