Taman Satwa Cikembulan Diobservasi Kalangan Akademisi IPB

by
Sepasang Singa Afrika.

“Destinasi Wisata Edukatif Bernuansakan Lingkungan”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 18/07 – 2017 ).

Sepasang Singa Afrika.
Sepasang Singa Afrika.

Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut, Jawa Barat, yang sedikitnya memiliki koleksi 58 spesies satwa dilindungi Undang-Undang RI dengan 218 individu, serta 50 spesies satwa tak dilindungi dengan 246 individu tersebut, kini diobservasi kalangan akademisi “Institut Pertanian Bogor” (IPB).

Diagendakan selama sebulan penuh sejak Senin (17/07-2017), setiap dari empat mahasiswa semester empat Diploma Tiga (D3) Paramedik Veteriner IPB itu, detail menelisik ragam produk kajian observasi kondisi kualitas ‘kesejahteraan hewan’ pada lembaga konservasi ini, guna selanjutnya dibingkai menjadi karya ilmiah.

Koleksi Taman Satwa Cikembulan.
Koleksi Taman Satwa Cikembulan.
Burung Unta Bersama Pengasuhnya.
Burung Unta Bersama Pengasuhnya.

Mereka terdiri Ayugea Juvenda Y, Fadhilah Dhani S.F, M. Galih Astowibowo. A, serta Fadlikal Bolgie Alfiandi antara lain katakan, pelaksanaan tugas akademiknya tersebut ditunjang sangat memadainya luas areal sekitar lima hektare berkondisi ‘asri, nyaman, serta bersih’.

Ayugea Juvenda Y juga mengemukakan, sangat berminat mengobservasi managemen perkandangan singa, yang selama ini pula dihuni sepasang Singa Afrika (Panthera Leo). Sedangkan Fadhilah Dhani S.F berobsesi detail menelaah Beruang Madu atau Buaya.

Disusul Galih Astowibowo. A mengaku ketertarikannya terhadap satwa Landak lantaran memiliki sistem pertahanan yang dinilainya sangat luar biasa, berupa saratnya duri tajam pada nyaris seluruh tubuhnya.

Willy Ariesta Berdialog Dengan Empat Akademisi IPB.
Willy Ariesta Berdialog Dengan Empat Akademisi IPB.

Dalam pada itu, Fadlikal Bolgie Alfiandi mengagendakan fokus pemikirannya dengan memelajari managemen pemeliharaan Burung Unta, katanya.

Mereka pun menyatakan, Taman Satwa Cikembulan dinilai wahana paling ideal dalam penyelenggaraan ragam studi ilmiah, imbuhnya pula.

“Destinasi Wisata Edukatif Bernuansakan Lingkungan”

Asisten Manager lembaga konservasi ini, Willy Ariesta mengapresiasi positip observasi ragam jenis satwa yang dihelat kalangan akademisi tersebut.

Beruang.
Beruang.

Menyusul tahun lalu pun ada enam mahasiswa IPB yang menyelenggarakan agenda serupa pada taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat itu.

Bahkan dalam waktu dekat juga bakal kedatangan kalangan akademisi dari “Universditas Gadjah Mada” (UGM) Yogyakarta ke destinasi wisata edukatif bernuansakan lingkungan ini.

Dia katakan, upaya pemenuhan kebutuhan pakan setiap seluruh koleksi, saban harinya mencapai senilai Rp1,5 juta, yang menghuni tempat atau kandang satwa dibangun mendekati habitat aslinya dilengkapi pelbagai tanaman peneduh, sesuai konsep konservasi diusungnya.

Mahasiswa IPB.
Mahasiswa IPB.
L:andak.
L:andak.

Pada beberapa titik dibangun pula sarana keluarga bercengkerama, semisal gazeebo, tempat mancing ikan, wahana bermain anak-anak, dan kuda tunggang. Tersedia juga therapi ikan, juga Mushola.

Sejumlah fasilitas kebutuhan pengunjung di antaranya tersedia kafetaria, restaurant, WC, dan penginapan/homestay juga dibangun di kawasan yang terbaring bisu pada lahan sekitar lima hektare ini, ungkap Willy Ariesta.

 

********