Taman Satwa Cikembulan Bisa Budidayakan Singa Afrika

0
99 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

“Singa Afrika dan Macan Tutul Kini Hamis Bersamaan”

Garut News ( Sabtu, 29/11 – 2014 ).

Marshel (atas) Hamil Tiga Bulan, Rimba Menjaga di Bawah.
Marshel (atas) Hamil Tiga Bulan, Rimba Menjaga di Bawah.

Taman Satwa Cikembulan di wilayah Kecamatan Kadungora Garut, Jawa Barat, kini “concern” mengawal kehamilan Singa Afrika bernama Marshel berusia enam tahun.

Lantaran jenis mamalia tersebut, dipastikan telah melewati masa “ngidam” dan sekarang kudu terus dipantau agar tetap sehat, sehingga nantinya bisa berhasil menjalani proses persalinan dengan sebaik mungkin.

Terus Dikawal Kondisi Kesehatannya.
Terus Dikawal Kondisi Kesehatannya.

DemikianĀ  dikemukakan Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE didampingi Wawan Kurniawan kepada Garut News di Cikembulan, Sabtu (29/11-2014).

Kehamilan perdana Marshel ini, dibuahi Rimba berusia sekitar lima tahun, setelah mereka disatu kandangkan selama sekitarĀ  satu setengah tahun.

Sebelumnya Taman Satwa tersebut, berhasil pula membudidayakan macan tutul, menyusul sepasang macan tutul disatu kandangkan sejak Nopember 2011, ternyata pada 28 Desember 2013 pukul 05.00 membuahkan keturunan.

Dani Rafdani Akrab Bersama Asuhannya di Taman Satwa Cikembulan.
Dani Rafdani Akrab Bersama Asuhannya di Taman Satwa Cikembulan.

Terlahir seberat 500 gram, panjangnya 30 cm, berketinggian 10 cm diberi nama Si Bulan oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Sedangkan induknya berusia empat tahun, diperoleh dari kawasan Gunung Cikuray pada Oktober 2011, kemudian diselamatkan dan dipelihara lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan, kemudian diberi nama Si Kuray.

Sedangkan jantannya atawa Si Kupa berusia enam tahun, diselamatkan dan dipelihara. Diperoleh dari Gunung Sawal di Desa Cikupa Kabupaten Ciamis, pada September 2009.

Sehingga kini koleksi satwanya bisa menjadi sedikitnya 113 spisies, dengan sekitar 532 populasi.

Terjalin Persahabatan.
Terjalin Persahabatan.

Terdiri AVIS 376 populasi, Reptil 24 populasi, serta beragam jenis mamalia 132 populasi.

Mereka menghuni areal taman satwa seluas empat hektare, dikelola 24 personil lembaga konservasi ini.

Bahkan saat inipun Si Kupa juga berkondisi hamil muda untuk kedua kalinya, ungkap Rudy Arifin dan Wawan Kurniawan.

Dalam pada itu, tiga pasang atawa enam ekor burung unta yang dipelihara pada Taman Satwa itu ketika berusia tiga pekan, hanya sebesar induk anak ayam.

Terus Dibangun Sarana Kenyamanan Pengunjung.
Terus Dibangun Sarana Kenyamanan Pengunjung.
Sarana Kenyamanan Primata Bermain.
Sarana Kenyamanan Primata Bermain.
Sarana Bermain Anak Anak dan Sarana Menginap.
Sarana Bermain Anak Anak dan Sarana Menginap.
Induk Macan Tutul Hamil Kedua Kalinya di Taman Satwa Cikembulan.
Induk Macan Tutul Hamil Kedua Kalinya di Taman Satwa Cikembulan.

Kini berusia sembilan bulan berkondisi sehat dan bugar. Mereka masih belajar kawin, katanya.

Pada taman satwa ini, juga terdapat Drh Dardjat lulusan IPB, terus diupayakan pula pembangunan penyediaan sarana-prasarana penunjangnya.

Di antaranya beragam fasilitas hiburan sehat dan sarana istirahat keluarga, bernuansakan pendidikan serta ilmu pengetahuan, ungkap Rudy Arifin dan Wawan Kurniawan, menambahkan.

 

******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here